- SBS - IMBd
6 Perbedaan Drama Doctor X Versi Korea dan Jepang, dari Karakter Utama hingga Konflik Cerita
Perbedaan susunan pemeran pendukung tersebut memperlihatkan bahwa adaptasi Korea tidak sepenuhnya menyalin hubungan antartokoh dari serial aslinya.
4. Jumlah Episode dan Musim Penayangan
Perbedaan berikutnya terletak pada jumlah episode dan panjang cerita yang disajikan.
Doctor X: The Age of the White Mafia versi Korea dirancang dengan total 12 episode untuk musim pertamanya.
Drama yang dibintangi Kim Ji Won ini mulai tayang pada 9 Oktober 2026 melalui SBS dan dijadwalkan berakhir pada November 2026.
Sementara itu, serial Jepang memiliki perjalanan yang jauh lebih panjang. Doctor X: Surgeon Michiko Daimon pertama kali ditayangkan pada 2012 dan berkembang menjadi tujuh musim hingga 2021.
Berdasarkan katalog resmi TV Asahi, serial Jepang tersebut memiliki total 70 episode yang terbagi dalam tujuh musim.
Selain serial televisi, kisah Michiko Daimon juga diangkat ke layar lebar melalui Doctor-X the Movie yang dirilis pada 2024.
Dengan jumlah episode yang lebih ringkas, versi Korea menyajikan kisah Su Jeong dalam satu rangkaian cerita yang lebih terbatas.
Sementara itu, versi Jepang memiliki ruang lebih luas untuk mengembangkan perjalanan Michiko melalui beberapa musim.
5. Penekanan Konflik dan Nuansa Cerita
Meskipun sama-sama mengangkat persoalan korupsi, politik internal, dan perebutan kekuasaan di rumah sakit, kedua serial memiliki penekanan konflik yang berbeda.
Versi Jepang lebih banyak menyoroti perjuangan Michiko Daimon sebagai dokter bedah independen yang berhadapan dengan hierarki rumah sakit.
Ia harus menghadapi para petinggi yang kerap lebih mementingkan kekuasaan, uang, dan kepentingan pribadi dibandingkan etika medis.
Sementara itu, Doctor X: The Age of the White Mafia mengemas konflik dengan nuansa medical noir.
Ceritanya tidak hanya menampilkan pertarungan antara dokter dan birokrasi rumah sakit, tetapi juga menyoroti persoalan sosial serta kepentingan bisnis di balik layanan kesehatan.
Salah satu persoalan yang diangkat dalam versi Korea adalah para pekerja rumah sakit yang belum menerima gaji, sementara institusi tersebut justru memberikan perlakuan istimewa kepada pasien VIP.
Konflik juga melibatkan Magnolia Society, sebuah klub eksklusif yang kepentingannya turut memengaruhi urusan rumah sakit, termasuk jadwal pasien dan operasi.