- Tim Tvone/Swandi
Kilas Masjid Agung Sibolga, Menaranya Berfungsi Sebagai Mercusuar
“Keberadaan masjid dekat dengan onan (Pasar Balakang) ini amat vital dalam penyebaran agama Islam dan perjuangan kemerdekaan, karena tempat berkumpul ideal para alim ulama dan pejuang pada waktu itu,” tutur Syafriwal Marbun, pemerhati sejarah dan budaya di Sibolga.
Sampai tahun 1950-an, Masjid Agung masih satu-satunya masjid terbesar di Kota Sibolga, yang kerap ramai didatangi para jamaah.
Masjid Agung juga memiliki halaman cukup luas, berlantai ubin, dan teras bangunan terbuka dengan udara sejuk karena embusan angin laut bebas.
Masjid Agung memiliki sumur tak pernah kering, sehingga tak jarang masyarakat dan pedagang kala itu, antre mendapatkan air bersih untuk air diminum, mandi serta kebutuhan lainnya.
“Perlahan-lahan luas tanahnya bertambah karena banyak merelakan atau mewakafkan lahannya, sehingga tahun 1960-an seperti luasnya saat ini,” kata Syafriwal.
“Kondisi bangunan Masjid Agung, papannya mulai keropos dan atapnya berlepasan apalagi saat angin kencang tiba, sehingga perlu dibenahi,” lanjutnya.
Pada 9 Januari 1976, masyarakat, alim ulama, muspida, pedagang, pengusaha bermusyawarah kembali di rumah dinas wali kota untuk membicarakan renovasi masjid Agung.
Tiga tahun kemudian, persisnya tanggal 31 Agustus 1979, renovasi bangunan masjid rampung, sekaligus diresmikan sejalan dengan pendirian Islamic Centre berlokasi di depan masjid.
Setelah dibangun pada 1908, serta direnovasi tahun 1979, kondisi bangunan Masjid Agung kembali dipercantik pada 2013.
Salah satu alasan dibangunnya kembali Masjid Agung, berkaitan dengan dampak bencana gempa Aceh 2004, dan Nias 2005, yang terasa ke Sibolga dan merusak sebagian bangunan masjid.
“Setelah diteliti, akhirnya pengurus menyimpulkan Masjid Agung harus dibangun kembali. Jangan cuma direhab, karena banyak retakan bangunan dimana-mana, dikhawatirkan bisa menimbulkan musibah bagi jamaah,” jelas Syafriwal.
“Kembali masyarakat bermusyawarah dengan wali kota, saat itu dijabat Sahat P Panggabean. Bertepatan pada Juni 2007, dari hasil musyawarah, dibentuklah panitia pembangunan masjid yang baru dipimpin pak Afifi Lubis juga menjabat Wakil Wali kota,” tambahnya.
Dana awal diambil dari APBD 2007. Pada tahun 2013, Masjid Agung selesai dibangun, dibantu secara gotong royong oleh seluruh elemen masyarakat Kota Sibolga.