- pexels
Ayat-ayat yang Menegaskan Al-Qur’an sebagai Rahmat
رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Ayat 6 Q.S. ad-Dukhān (44) di atas secara tegas menyatakan bahwa Al-Qur’an sebagai rahmat dari Allah. Penegasan tentang Al-Qur’an sebagai rahmat dapat juga dirujuk kepada tujuan pengutusan Nabi Muhammad SAW sebagaimana tercantum dalam Q.S. al-Anbiyā` (21): 107:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Dan tiadalah Kami mengutus engkau, melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam.
Pada ayat 107 Surah Al-Anbiyā` di atas Allah menyatakan secara jelas bahwa Nabi Muhammad diutus kepada umat manusia dengan membawa petunjuk-petunjuk al-Quran semata-mata sebagai rahmat bagi alam semesta.
Nabi Muhammad diutus dengan membawa pesan-pesan ilahi yang tercantum dalam Al-Qur’an. Jika dihubungkan misi diutusnya Nabi Muhammad sebagai rahmat bagi alam semesta dengan media penyampaian pesan-pesan ilahi berupa kitab suci Al-Qur’an yang berisi pesan-pesan ilahi yang disampaikan Nabi Muhammad adalah kitab rahmat.
Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa Al-Qur’an merupakan kitab rahmat. Al-Qur’an dimulai dengan surah al-Fatihah yang menegaskan rahmat ilahi bagi hamba-hamba-Nya.
Sehubungan dengan itu, perlu sekali bagi umat Islam untuk berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkan rahmat tersebut dalam kehidupan nyata.
Diperlukan upaya-upaya yang konkret dari segenap individu muslim untuk mewujudkan kebaikan nyata dalam segenap aspek kehidupan-nya. Upaya itu dapat dimulai dengan mencoba memahami kandungan-kandungan al-Quran yang merupakan kitab rahmat itu dan mengamalkannya secara baik dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan Islam yang ramah dan rahmat bagi alam semesta.
Allah menjanjikan kehidupan yang baik dan pahala yang lebih baik bagi segenap orang beriman yang melakukan amal saleh atau kebajikan di muka bumi sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. surah al-Nahl (16): 97: