news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Penukaran Uang untuk Lebaran.
Sumber :
  • ANTARA

Mengintip Nilai Ibadah dari Penukaran Uang Pecahan Jelang Lebaran

Penukaran uang pecahan kerap dilakukan oleh masyarakat menjelang Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri. Lantas bagaimakah hukumnya dalam sudut pandang Islam?
Sabtu, 15 April 2023 - 11:37 WIB
Reporter:
Editor :


Ilustrasi THR Lebaran (freepik)

Di luar memudahkan warga menukar uang pecahan baru itu, Nani juga sering terlibat dalam kegiatan sosial menyantuni janda-janda yang hidupnya serba susah. Menyediakan kemudahan bagi orang yang membutuhkan uang pecahan itu hanya sebagian dari kebaikan yang telah membudaya dalam jiwa Nani.

Tuduhan miring telah mengambil untung dengan cara riba pada Nani itu bukan tidak mungkin sering kita lakukan. Seolah-olah apa yang dikerjakan oleh seseorang itu negatif, padahal sejatinya adalah perbuatan ibadah. Dari apa yang dialami Nani itu kita banyak belajar untuk tidak berprasangka buruk atau "husnudzon" pada orang lain.

Hal-hal yang terlihat sederhana, justru memiliki nilai ibadah tinggi di hadapan Allah. Jika ditelisik lebih dalam, bukankah apa yang dilakukan oleh Nani masuk dalam kategori "kuntum khaira ummah". Islam mengajarkan bahwa sebaik-baik umat itu adalah orang yang banyak memberi manfaat kepada orang lain.

Rasulullah bersabda, "Dan sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR. Qadlaa’iy)

Meskipun hanya menjadi perantara penukaran, karena suami Nani memiliki akses ke sejumlah bank, bukan berarti apa yang harus dia kerjakan itu sederhana dan mudah.

Nani harus meluangkan tenaga dan waktu untuk mendata orang-orang yang memerlukan, termasuk berapa jumlah uang yang diperlukan.

Ketika uang pecahan itu sudah di tangan, ia harus menghitung ulang secara manual. Kemudian, jika pemesan tidak segera mengambil, Nani rela mengantarkan uang itu ke rumah si pemesan. Hal itu karena Nani tidak ingin menanggung risiko, misalnya rumahnya disatroni pencuri.

Secara pribadi ada "nasabah" yang merasa berutang budi, Nani kadang mendapatkan oleh-oleh, yang hal itu tidak pernah ia harapkan. Beruntung bahwa selama menjalankan bantuan itu tidak pernah mengalami kerugian, seperti tidak sesuainya jumlah uang yang diterima dari bank, termasuk para pemesanannya tidak membayar sesuai jumlah yang dipesan.

Melihat ibadah sosial yang dilakukan Nani, barangkali layak juga disandingkan dengan cerita hikmah tentang sufi mengenai adanya seorang pelacur dimasukkan ke surga oleh Allah SWT hanya karena memberi minum seekor anjing yang kehausan.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:18
01:01
01:52
05:54
07:49
05:37

Viral