news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Suasana Saat Jemaah Calon Haji di Tanah Suci.
Sumber :
  • tim tvOne/Nurman

Jangan Langsung Senang dengan Sebutan Haji, Ustaz Adi Hidayat Bilang Itu Bukan Gelar Tapi…….

Saat seorang muslim dipanggil dengan sebutan haji, Ustaz Adi Hidayat mengingatkan bahwa itu bukanlah gelar tapi pengingat kita harus hilangkan sifat buruk.
Selasa, 13 Juni 2023 - 14:26 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Saat seorang muslim dipanggil dengan sebutan haji, Ustaz Adi Hidayat mengingatkan bahwa itu bukanlah gelar melainkan pengingat diri.

“Jika ada yang menyebutkan pak haji, itu bukan gelar tapi itu mengingatkan agar jangan sampai kebaikan yang dimilikinya luntur lagi,” tandas Ustaz Adi Hidayat (UAH) sebagaimana dikutip oleh tvOnenews dari kanal YouTube Aa Gym Official pada Selasa (13/6/2023).

Hal ini karena haji mabrur itu adalah saat dimana seseorang telah meninggalkan sifat buruknya yang ia miliki sebelum pergi ke Tanah Suci.

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa kata mabrur berawal dari kata birrun dimana artinya sifat buruk hilang dan datang sifat baik.


Jemaah Haji di Tanah Suci Mekah (ant)

“Birrun artinya kebaikan yang lahir setelah buruknya hilang, kebaikan yang muncul setelah keburukan hilang, ada orang berbuat buruk ditinggalkan jadi baik,” ujar Ustaz Adi Hidayat.

“Marahnya ditinggalkan jadi sabar, sombongnya ditinggalkan jadi tawadhu, kebaikan yang muncul setelah meninggalkan yang buruk disebut Birrun jika melekat pada pelakunya disebut Mabrurun,” tandas Ustaz Adi Hidayat.

Penyebutan haji mabrur ini kemudian dijelaskan oleh Ustaz Adi Hidayat karena saat melempar jumrah itulah waktu dimana melempar sifat-sifat jelek dalam diri.

“Ada haji mabrur, kenapa disebut haji mabrur karena saat dia berada di wukuf di Arafah dia istighfar, dia mengenali keburukannya, dia tinggalkan itu datang ke Musdalifah ia lemparkan,” tandas Ustaz Adi Hidayat.

Oleh karena itu, Ustaz Adi Hidayat menyarankan bagi calon jemaah haji, sebelum berangkat ke tanah suci sebaiknya mencatat hal-hal buruk yang dimilikinya.


Ilustrasi Jemaah Haji saat Melempar Jumrah (ant)

“Maka sebelum haji catat dulu, kenali diri kita dulu jangan gengsi tanyakan kepada pasangan kita, kepada anak kepada orang tua, kepada siapapun, apa salah kita,” saran Ustaz Adi Hidayat.

“Kemudian sampai di sana rinci ketika kita melempar jumrah lempar sifat kita, dengan mengucap Bismillahi Allahu Akbar,” tambah Ustaz Adi Hidayat.

Saat para jemaah haji melempar jumrah di Tanah Suci, umat Islam yang tidak berangkat menyembelih hewan kurban. Hal itulah menjadi simbol sebagai dibuangnya sifat buruk dalam diri manusia.

“Yang di sana melontar, di sini menyembelih tanggal 10 Dzulhijjah itu. Kalimat sama di sana Bismillahi Allahu Akbar di sini juga mengucap Bismillahi Allahu Akbar,” kata Ustaz Adi Hidayat.

“Apa yang dilempar sifat Hewani, maka sifat hewan itu disembelih dan di sana melontar. Karena sudah dilontar hilanglah buruknya, kemudian dibawa pulang sifat kebaikan, itu yang disebut haji mabrur,” tambah Ustaz Adi Hidayat.

Maka haji mabrur adalah orang yang berubah menjadi baik setelah ia pulang dari Tanah Suci.

Maka, Ustaz Adi Hidayat mengingatkan jika pulang dari Tanah Suci sebaiknya setiap Muslim meninggalkan keburukan yang selama ini ada di dalam dirinya.

“Karena itu diingatkan oleh Nabi jika sudah haji sayang udah fisik, tenaga waktu biaya, jangan ditukar surga yang sudah diberikan oleh Allah itu. Jaga jangan ditukar dengan maksiat lagi,” ujar Ustaz Adi Hidayat.


Ilustrasi. Jemaah Haji saat di Masjidil Haram (ant)

Rukun Haji

Dalam pelaksanaan ibadah haji, terdapat enam rukun haji yang wajib ditunaikan oleh para jemaah.

Enam rukun ini merupakan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan secara berurutan dan tidak dapat digantikan.

Berikut enam rukun haji yang merujuk pada mazhab Asy-Syafiiyah, yang dikutip tvOnenews dari laman Baznas dan Buku Manasik Haji Kementerian Agama (Kemenag).

1. Ihram

Rukun haji pertama adalah ihram. Ihram berarti, seorang muslim berniat mengerjakan ibadah haji atau umrah dengan memakai pakaian ihram yang terdiri dari dua lembar kain putih tanpa jahitan. 

Untuk pria, pakaian ihram berupa kain putih yang dililitkan di sekitar tubuh, dengan salah satu ujungnya dilemparkan di atas bahu kiri. Sementara untuk wanita, pakaian ihram biasanya terdiri dari gaun longgar dan sederhana yang berwarna putih.


Ilustrasi Saat Jemaah Haji di Arafah (ant)

2. Wukuf di Arafah

Rukun haji kedua adalah wukuf di Arafah. Ini merupakan puncak dari prosesi ritual ibadah haji.

Saat pelaksanaan wukuf, para jemaah berdiam diri di area padang tanah Arafah pada 9 Dzulhijjah, mulai dari tergelincirnya matahari hingga terbenamnya matahari. 

Saat melaksanakan wukuf di Arafah ini, para jemaah haji dianjurkan untuk memperbanyak membaca talbiyah, dzikir, istighfar, tahlil, sholawat dan membaca Al-Qur’an, baik sendiri atau pun berjamaah.

3. Thawaf Ifadhah

Rukun haji yang ketiga adalah thawaf ifadhah yakni mengelilingi ka'bah sebanyak tujuh kali. Selama berhaji, seorang jemaah akan berhenti membaca talbiyah setibanya di Hajar Aswad untuk memulai tawaf. 

Seorang jemaah haji harus menjalankan thawaf ifadhah ini dengan cara mengelilingi ka’bah sebanyak 7 (tujuh) putaran sambil berjalan kaki. 


Ilustrasi. Titik Berangkat Sa'i dari Safa (ant)

4. Sai

Rukun haji keempat adalah Sai, dimana pelaksanaannya dengan berlari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwah di Masjidil Haram, Makkah.

Jarak antara Safa dan Marwah adalah sekitar 450 meter dan perjalanan dimulai dari bukit Safa sebanyak 7 (tujuh) kali.

Rukun haji ini mengingat perjalanan Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, yang berlari-lari kecil di antara dua bukit ini dalam pencarian air untuk putranya, Nabi Ismail AS.

5. Tahallul (Mencukur Rambut)

Setelah selesai melakukan rukun haji keempat yakni sa’i, seorang jemaah haji diwajibkan melakukan tahallul atau memotong rambut sebagai tanda selesainya rangkaian rukun haji.

Bagi laki-laki, lebih afdhal jika mencukur rambut hingga gundul atau sekurang-kurangnya memotong sebelah kanan, tengah, dan kiri. 

Sementara bagi jemaah haji perempuan, lebih afdhal untuk sekurang-kurangnya memotong tiga helai rambut sepanjang jari.

6. Tertib

Rukun haji yang terakhir adalah tertib, maksudnya adalah mengerjakan semua rukun-rukun haji sesuai urutannya dan tidak boleh ada yang terlewat.

Seorang jemaah haji harus melaksanakan rukun haji secara berurutan, mulai dari ihram sampai tahallul. 

Walllahua’lam

(put)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:50
05:20
07:41
02:19
00:36
05:45

Viral