news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mato Bersaudara Saat Berada di Kamar 106 Asrama Haji Tuminting Manado.
Sumber :
  • ANTARA

Kisah Jemaah Haji: Mimpi dan Harapan Menuju Baitullah dalam Setiap Adonan Kue

Banyak kisah mengharukan yang diceritakan jemaah calon haji. Salah satunya adalah kisah dua wanita asal Manado yang bernama Suhriah Mato dan dan Nur Mato.
Senin, 19 Juni 2023 - 10:17 WIB
Reporter:
Editor :

Manado tvOnenews.com - Banyak kisah mengharukan yang diceritakan oleh setiap jemaah calon haji. Salah satunya adalah kisah dua wanita asal Manado yang bernama Suhriah Mato dan dan Nur Mato.

Mereka mengisahkan bagaimana mereka berusaha agar mimpinya berhaji di Tanah Suci terwujud meski suami mereka sudah meninggal dunia.

Inilah kisah 2 Mato penjual kue asal Manado.

Di sebuah dapur kecil yang sederhana, tampak dua wanita dengan semangat mengolah sejumlah bahan makanan untuk dijadikan kue dan dijual.

Kakak beradik itu, Suhriah Mato dan dan Nur Mato yang sudah terbiasa dengan rutinitas harian mereka.

Setiap pagi, mereka bangun lebih awal untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam mengolah adonan kue.

Dengan cermat, Suhriah mengukur tepung, gula, mentega, dan bahan-bahan lainnya. Ia mencampur bahan-bahan tersebut dalam sebuah mangkuk besar, lalu mulai mengaduknya dengan penuh keahlian. Tangannya bergerak lincah, menjamin bahwa adonan tercampur secara merata.

Begitu pula dengan Nur yang telah menyalakan kompor dan menyiapkan loyang. Setelah adonan siap, ia mulai membentuk adonan menjadi berbagai macam bentuk kue yang menarik.

Dia membentuk adonan menjadi bulatan kecil, atau menggilasnya menjadi lembaran tipis untuk kue lapis. Setiap gerakan tangan mereka dilakukan dengan hati-hati dan penuh kelembutan.

Ketika kue-kue sudah siap di dalam loyang, mereka dengan telaten menempatkannya dalam wajan untuk digoreng maupun dikukus. Mereka menunggu dengan penuh waspada, memantau setiap detik agar kue matang sempurna. Aroma harum kue pun mulai menyebar dan memenuhi ruangan.

Setelah kue matang, Suhriah dan Nur dengan hati-hati mengeluarkannya dari wajan maupun kukusan. Mereka meletakkannya di atas rak pendingin, menunggu hingga kue benar-benar dingin, sebelum mulai memindahkannya ke dalam wadah atau kotak yang indah. Setiap kue diperlakukan dengan penuh keahlian dan perhatian.

Setelah semua kue siap, Suhriah membawa kue buatannya untuk dititipkan di warung-warung dekat tempat tinggalnya di Kampung Arab Manado.

Berbeda dengan Nur yang membawa kue dalam keranjang untuk dijual langsung kepada pelanggan di lokasi dekat tempat tinggalnya di Kelurahan Perkamil, Manado.

Berita Terkait

1
2 3 4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
01:12
02:10
03:00
05:58
09:13

Viral