news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemakaman Baqi di Madinah, Arab Saudi.
Sumber :
  • ANTARA

Mengenal Ali Zainal Abidin, Ahlul Bait yang Selamat dari Tragedi Karbala, Buya Yahya: Itulah Keturunan Imam Al-Husein, Para Habaib

Dalam tragedi Karbala, dimana cucu kesayangan Rasulullah SAW, Sayyidina Husein dibunuh, ada seorang Ahlul Bait yang selamat, ia adalah Imam Ali Zainal Abidin.
Jumat, 28 Juli 2023 - 01:04 WIB
Reporter:
Editor :

“Sayyidina Hasan menjawab tidak kepemimpinan kepemimpinan tidak diberikan begitu saja. Akan tapi diambil dengan cara bermusyawarah,” sambung Buya Yahya.

Buya Yahya mengatakan bahwa hal itu dikatakan oleh Sayyidina Hasan karena beliau tidak tamak dengan kepemimpinan.

“Dan setelah itu di saat Muawiyah menjelang usia tuanya, kepemimpinan dipindahkan kepada Yazid. Disinilah awal perpecahan,” tandas Buya Yahya.

Kata Buya Yahya, para sahabat yang tersisa dan putra-putra sahabat Rasulullah SAW saat itu terpecah menjadi dua.

“Yang pertama ikut Imam Hasan yaitu menghindari perpecahan darah dan perpecahan,” kata Buya Yahya.

“Sehingga sebagian daripada sahabat Nabi SAW yang tersisa lebih baik diam dan ikut membaiat Yazid,” sambung Buya Yahya.

Hal ini dilakukan karena mereka sudah tahu bahwa Yazid adalah orang yang fasik.

“Yazid adalah pemabuk, Yazid adalah orang yang gemar mengumpulkan wanita cantik untuk menyanyi di sekitarnya,” ujar Buya Yahya.

Bahkan kata Buya Yahya, Yazid tidak segan-segan memerintahkan algojonya untuk memenggal orang yang berbeda dengannya. 

Oleh karena itu demi menghindari pertumpahan darah, akhirnya ada sebagian yang akhirnya memilih tetap membaiat Yazid.

“Namun sebagian lagi lebih memilih untuk tidak ikut membaiat Yazid,” jelas Buya Yahya.

Sayyidina Husein akhirnya memutuskan untuk pergi ke Mekkah.

“Imam Husein bersama orang-orang yang mencintai beliau dari putra sahabat-sahabat Rasulullah dan ahlul bait untuk meninggalkan Madinah menuju Mekkah,” jelas Buya Yahya.

Saat itu bulan Sya'ban tahun 60 Hijriah.

Hingga pada bulan Dzulqa’dah, datanglah surat dari Kufah.

Isi surat itu kata Buya Yahya adalah sebagai berikut.

Bismillahirohmanirohim.

Kepada Imam Husein pemimpin kami kami warga kufah menanti kedatanganmu, kami butuh pemimpin adil sepertimu. Cepat dan cepatlah datang.

“Tandatangan diterima oleh Imam Husein terkumpul dari ratusan hingga ribuan,” kata Buya Yahya.

Namun Sayyidina Husein tidak peduli dengan tanda tangan. Karena beliau tidak ingin menginginkan kekuasaan.

“Tetapi semakin hari terkumpul semakin banyak tanda tangan itu. 

Tercatat sampai 4.000 tanda tangan dalam riwayat sampai 16.000 tanda tangan, dikirim yang isinya akan membaiat Imam Husain,” kata Buya Yahya.

Berita Terkait

1 2
3
4 5 6 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:28
06:55
12:51
01:45
06:58
03:41

Viral