- Tangkapan Layar/YouTube Al-Bahjah TV
Benarkah Celana Melebihi Mata Kaki Bikin Tidak Masuk Surga? Begini Kata Buya Yahya
Jakarta, tvOnenews.com - Buya Yahya mendapatkan pertanyaan mengenai laki-laki yang saat shalat menggunakan celana atau sarung yang menutupi mata kakinya tidak akan masuk surga.
“Kalau untuk ibu ibu harus menutup mata kaki nya kalau tidak shalatnya tidak sah,” ujar Buya Yahya sebagaimana dikutip oleh tvOnenews dari kanal YouTube Al-Bahjah TV pada Rabu (2/8/2023).
“Hukumnya apabila seorang laki laki memakai baju yang sampai ke bawah mata kaki, ada Riwayat wailun wailun celaka neraka wail, ancaman bagi orang yang menurunkan baju nya ke bawah mata kaki,” sambung Buya Yahya.
Kata Buya Yahya, memang ada ancaman seperti itu namun para ulama itu membaca hadits tidak hanya sepotong namun dipadukan dengan hadits lainnya.
“Ada kalimat terkutuk dan sebagainya, disitu ada riwayat juga ujungnya hadits itu ada kalimat huyala (dengan irama kesombongan),” kata Buya Yahya.
Kemudian kata Buya Yahya menjelaskan dalam hadits dijelaskan riwayat Sayyidina Abu Bakar As Shidiq waktu Nabi mengatakan ancaman neraka bagi orang yang baju nya sampai di mata kaki.
“Baju yang dimaksud sarung atau celana,” kata Buya Yahya.
Kemudian Sayyidina Abu Bakar As Shidiq itu mempunyai baju yang sampai di bawah mata kaki.
“Lalu Abu Bakar mengatakan bajuku itu turun sampai mata kaki kalau aku tidak kencangkan,” kata Buya Yahya menirukan apa yang dikatakan Abu Bakar kepada Nabi.
Kemudian Nabi Muhammad SAW menjawab:
“Bukan seperti itu yang dimaksud, engkau bukan orang yang termasuk dapat ancaman masuk neraka, yang masuk ancaman neraka yaitu dengan kesombongan dan menurunkan untuk bergaya,” kata Buya Yahya menjelaskan apa yang dikatakan Nabi Muhammad kepada Abu Bakar.
Maka dari makna tersebut kata Buya Yahya dapat disimpulkan ada dua pendapat mengenai celana yang menutupi mata kaki.
“Pendapat yang pertama mengatakan adalah haram dibawah mata kaki,” jelas Buya Buya Yahya.
“Mereka berdasarkan pemahaman nya, karena ini masalah khilafiyah yaitu haram untuk dirimu tapi jangan haramkan untuk orang lain,” sambung Buya Yahya.