- unsplash
Kenapa Nabi Muhammad SAW Puasa Senin Kamis? Ini Alasan-alasan yang Diungkapkan oleh Buya Yahya
Jakarta, tvOnenews.com - Puasa senin kamis adalah ibadah sunnah yang memiliki banyak keutamaan.
Puasa ini adalah kebiasaan dari Rasulullah yang pastinya ada alasan mengapa Nabi melakukannya.
Prof. KH.Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya menegaskan bahwa tidak mungkin tanpa sebab Rasulullah SAW melakukan sebuah ibadah.
Termasuk dalam menjalankan puasa senin kamis.
Kata Buya Yahya, ada tiga alasan mengapa Nabi Muhammad SAW selalu menjalankan ibadah puasa senin kamis.
Oleh karenanya, sebagai umat Nabi Muhammad SAW, marilah kita menjalankan puasa senin kamis.
Lantas apa saja alasan Rasulullah puasa senin kamis?
Ilustrasi Kaligrafi Nabi Muhammad SAW (kolase tvOnenews/pexels)
Saat Rasulullah SAW Dilahirkan
Salah satu alasan mengapa Rasulullah SAW selalu puasa senin kamis adalah karena senin adalah hari lahir beliau.
"Makanya yang tidak bisa mengagungkan kelahiran nabi, dia harus paham hadits ini,” kata Buya Yahya dalam ceramahnya yang dikutip tvOnenews.com dari kanal YouTube Al Bahjah-TV pada Kamis (12/10/2023).
“Kalau ndak ada perlu dan tidak ada nilainya pada kelahiran nabi, tak perlu disebut," sambung Buya Yahya.
Saat Rasulullah SAW Mendapatkan Wahyu Pertama
Selain hari lahir Rasulullah SAW, Buya Yahya juga menyebutkan bahwa di hari senin juga saat Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu pertama dari Allah SWT.
"Jadi kemulian ada di saat hari kelahiran baginda nabi Muhammad saw dan kemudian saat Nabi diutus," ujar Buya Yahya.
Dari Abi Qotadah al-Anshori RA sesungguhnya Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa hari senin. Rasulullah SAW menjawab: Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku” (H.R. Muslim).
Kata Buya Yahya, dari riwayat ini seluruh umat Islam akan paham mengagungkan kelahiran Nabi SAW.
Bahkan, kata Buya Yahya, bila ada orang yang mengagungkan kelahiran Rasulullah SAW dan mengagungkan risalah Nabi adalah sama.
"Maka para ulama menjelaskan hari kelahiran nabi itu diperhatikan, hari kelahiran nabi itu ada maknanya maka kita agungkan kelahiran Nabi SAW maka muncullah istilah maulid nabi, dan memang kelahiran nabi adalah raya, maka kita perlu merayakan kelahiran nabi," ujar Buya Yahya.