- YouTube
Mulai Sekarang Jangan Dikejar, Dijamin Duit dan Rezeki yang Mengejar-ngejar, Kata Habib Novel Alaydrus Caranya...
tvOnenews.com - Jangan lagi capek-capek mengejar duit karena justru rezeki yang akan mengejar-ngejar asalkan mau lakukan ini.
Masalah yang sering dihadapi manusia adalah terlalu mengejar-ngejar urusan duit dan rezeki sehingga membuat banyak tenaga terkuras habis.
Alhasil, karena sudah terlalu capek mengejar rezeki malah membuat diri tidak mampu mengerjakan kewajiban yang lain.
Maka dari itu, biarkan duit dan rezeki yang mengejar-ngejar.
Caranya bagaimana?
Seperti dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Habib Novel Alaydrus, berikut penjelasan tentang cara agar duit dan rezeki mengejar-ngejar.
Habib Novel Alaydrus menerangkan bahwa bagi seorang muslim seharusnya tolak ukur dalam setiap hal adalah Nabi Muhammad SAW.
Misalnya tentang kebahagiaan, lihatlah apa saja yang membuat Nabi Muhammad SAW bahagia.
Bicara soal kesuksesan, maka lihatlah Nabi Muhammad SAW sukses dalam hal apa saja.
"Tolak ukur bahagia enggak bahagia, Nabi Muhammad SAW, tolak ukur sukses enggak sukses, Nabi Muhammad SAW, tolak ukur apapun, Nabi Muhammad SAW," kata Habib Novel Alaydrus.
Kemudian dalam urusan mencari rezeki, Habib Novel Alaydrus punya pesan yang sangat penting.
"Yang kedua, urusan duit," ujar Habib Novel Alaydrus.
Menurut Habib Novel Alaydrus, banyak orang kesusahan mencari rezeki dan duit itu karena mereka justru yang mencari-cari.
"Kenapa orang susah cari duit, karena dia masih mau cari," ungkap Habib Novel Alaydrus soal perkara duit dan rezeki.
Lalu harus bagaimana?
"Terus gimana, ya kamu kerja enggak usah cari duit, kerja jangan cari duit," kata Habib Novel Alaydrus.
"Nikmati pekerjaanmu sampai duitnya yang bingung sama kamu," lanjutnya.
Menurut Habib Novel Alaydrus, justru duit yang akan mengejar-ngejar, sebagaimana hukum alam yang berlaku.
"Duitnya akan bingung sama kamu karena kamu cuek," ujar Habib Novel Alaydrus.
"Cuek itu hukum alam, kalau kamu cuek kamu akan dikejar, kalau kamu mengejar kamu akan ditinggal," sambungnya.
Habib Novel Alaydrus membandingkan seperti ketika pria mengejar perempuan atau perempuan mengejar laki-laki.