- Kolase Tim tvOnenews
Memangnya Boleh Orang Meninggal Dibacakan Surat Yasin? Jangan Salah Paham Dulu, Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Hal ini, Katanya itu...
tvOnenews.com - Pada umumnya, orang meninggal dunia dibacakan surat Yasin oleh keluarga maupun orang yang melayat atau takziah.
Surat Yasin dibacakan baik menjelang dan sesudah kematian seseorang yang dilanjut dengan istilah Yasinan atau tahlilan.
Lantas bagaimanakah hukum membacakan surat Yasin kepada orang meninggal dalam Islam, apakah boleh atau tidak?
Simak penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang hukum membacakan surat Yasin kepada orang yang meninggal dunia.
Dilansir Selasa (05/12/23) dari YouTube Jejak Wali berikut penjelasan Ustaz Adi Hidayat terkait kenapa orang meninggal dibacakan surat Yasin berikut ini.
[Pada awalnya, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan makna dari kata takziah terhadap orang meninggal dunia.
Menurutnya, sebagian ulama mengartikan kata takziah dengan melayat.
Sedangkan menurut Ustaz Adi Hidayat, istilah takziah sendiri berasal dari kata azza yang artinya bukan melayat, melainkan sesuatu yang tinggi, terangkat, atau mendorong.
"Jika di depan ditambah dengan kata 'tak', dan 'iah' di belakangnya, huruf depan 'tak' berarti makna usaha yang serius," ujar Ustaz Adi Hidayat.
"Jadi usaha yang sungguh-sungguh untuk mengangkat, mendorong, menaikkan lagi sesuatu yang turun," sambungnya menerangkan.
Kemudian Nabi pernah berpesan soal takziah yang dibagi menjadi dua.
Pertama kita bisa mengangkat amalan orang meninggal dunia agar disampaikan kepada orang-orang yang belum meninggal dunia untuk diketahui, terutama amal baiknya.
"Makanya Nabi berpesan, kalau ada yang meninggal dunia, ayo angkat kebaikan-kebaikannya. Aibnya tutup, kebaikannya angkat. Bukan dibicarakan buruknya," terang Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat juga berpesan agar umat muslim meminta kepada Allah SWT untuk berlindung dari keburukan fitnah saat kelak meninggal dunia.
"Jadi ada orang hidup dibicarakan, meninggal pun jadi gunjingan, yang dibicarakan keburukannya, contohnya Abu Jahal," terang Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat juga menyampaikan bahwa kita diminta oleh Nabi Muhammad SAW yang tertulis dalam hadis Muslim nomor 588 untuk meminta kebaikan saat meninggal dunia kelak.
"Dan fitnah saat hidup, dan saat meninggal dunia," papar Ustaz Adi Hidayat.
Kemudian ia juga berpesan bahwa jika ada seseorang yang meninggal dunia, maka hendaknya jangan sampai diungkit keburukannya, sebaliknya ungkap kebaikannya saja.
Kemudian angkat lagi amal baiknya, sehingga saat kebaikannya diangkat bisa menjadi inspirasi untuk orang-orang yang datang takziah atau keluarga yang ditinggalkan.
Menurut Ustaz Adi Hidayat, dari situlah kemudian diamalkan dari inspirasi yang didengar tadi, maka orang yang meninggal dunia bisa mendapat royalti pahala.
Diriwayatkan dalam hadis Muslim nomor 1893 '
"Siapa yang bisa menunjukkan kebaikan, dapat pahala yang sama dengan pahala yang mengerjakan tanpa dikurangi sedikitpun." (HR. Muslim)
Kemudian, Ustaz Adi Hidayat juga menjelaskan bahwa setiap manusia yang meninggal dunia, maka semua amalnya terputus kecuali ada tiga yang pahalanya terus mengalir.
Pertama adalah sedekah jariyah. Kedua yaitu anak yang saleh yang mendoakan kedua orang tuanya. Ketika, bisa mengangkat orang yang masih hidup dari keluarga yang ditinggalkan.
Hukum Membacakan Surat Yasin Terhadap Orang Yang Meninggal Dunia?
Menurutnya, ada juga sebagian hadis yang mengatakan untuk membacakan surat Yasin kepada orang meninggal dunia.
Namun hadisnya tergolong hadis dhaif, meskipun ada juga yang menyebutkan bahwa termasuk hadis sahih.
Akan tetapi, bukan berarti kita juga bisa semena-mena menghukumi orang yang membacakan surat Yasin kepada orang yang meninggal dunia.
Menurut Ustaz Adi Hidayat, alangkah lebih baik kita bisa mengambil hadis yang tidak diperdebatkan dalam Islam, salah satunya yakni doa karangan Imam Al-Bukhari.
Dalam hadis tersebut, tidak sedikit hadis tentang bagaimana berbakti kepada orang tua sampai meninggal dunia.
Menurutnya, dalam hadis itu disebutkan bahwa saat seorang anak beristighfar, memohon ampun kepada Allah untuk ayahnya yang telah meninggal dunia, maka tiba-tiba dalam kuburnya diberikan oleh Allah dan diangkat satu derajat untuk ayahnya.
(udn)
Baca artikel tvOnenews.com terkini dan lebih lengkap, klik google news.