news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ikut Puasa Ramadhan Tapi Tidak Shalat Lima Waktu, Apakah Sah dan Diterima Puasanya? Ustaz Adi Hidayat Bilang Kalau....
Sumber :
  • Kolase Tim tvOnenews

Ikut Puasa Ramadhan Tapi Tidak Shalat Lima Waktu, Apakah Sah dan Diterima Puasanya? Ustaz Adi Hidayat Bilang Kalau...

Dalam salah satu ceramahnya, Ustaz Adi Hidayat menerangkan tentang orang yang ikut puasa Ramadhan tapi tidak shalat. Hal ini dijelaskan dalam salah satu hadist
Rabu, 27 Maret 2024 - 16:33 WIB
Reporter:
Editor :

Ustaz Adi Hidayat menerangkan bahwa hadist tersebut berarti memberikan isyarat bahwa jangan sekali-kali menyandingkan puasa dengan maksiat.

Sebab puasa Ramadhan merupakan ibadah yang fungsinya untuk menutup maksiat. 

"Artinya, jangan sekali-kali menyandingkan puasa dengan maksiat. Anda puasa fungsinya menutup maksiat," paparnya. 

Ilustrasi Ikut puasa Ramadhan tapi tidak shalat, bagaimana hukumnya?. Source: istockphoto

"Jadi kalau ada orang puasa tapi masih mengerjakan maksiat, ada yang salah dengan puasanya," terangnya menambahkan. 

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan, dalam hadist diterangkan bahwa puasa yang benar itu akan memberikan perisai dari kemaksiatan.  

Maka orang yang berpuasa akan memiliki perisai dari hal-hal buruk, termasuk meninggalkan shalat.

"Jadi kalau dia benar puasanya, dia akan punya perisai dari yang buruk, yang kotor, yang tidak baik, dibuang," kata Ustaz Adi Hidayat. 

Maka jelas orang berpuasa harus meninggalkan kata-kata kotor, perbuatan kotor, dan perbuatan maksiat. Jika dikerjakan, maka puasanya tidak bernilai. 

"Maka orang puasa tidak boleh mengerjakan sesuatu yang kotor, kata-kata kotor, perbuatan kotor, dan lain-lain. Begitu dikerjakan, tidak ada nilai puasanya," ujar Ustaz Adi Hidayat. 

Lebih lanjut, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan ada hal-hal yang membatalkan puasa dan ada yang merusak pahala puasa.

Membatalkan puasa secara langsung seperti makan, minum, berhubungan suami-istri, dan lainnya. 

Sementara hal-hal yang merusak pahala puasa di antaranya ghibah, mencela, berdusta, dan hal-hal buruk lainnya. 

Ustaz Adi Hidayat juga menjelaskan Allah tidak butuh puasanya orang yang berbuat jahala. 

Dalam Islam, jahala merupakan perbuatan bodoh dan bisa menyebabkan maksiat bagi seseorang.

Misalnya, Anda tetap mengerjakan sesuatu meskipun sudah tahu itu perbuatan yang salah. 

Contoh sederhana yakni bergosip, orang sudah tahu kalau bergosip merupakan dosa, tapi tetap menikmatinya. 

Perbuatan jahala lainnya yaitu perbuatan yang bisa menurunkan kehormatan, sehingga menyebabkan orang lain melakukan dosa. 

Misal, ada orang dewasa mengendarai sepeda mainan anak-anak keliling kompleks sehingga menyebabkan orang lain bergunjing, maka perbuatan tersebut termasuk perbuatan jahala atau tidak pantas. 

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:37
01:32
02:27
01:02
01:24
05:18

Viral