- istockphoto
Jemput Malam Lailatul Qadar Harus di Masjid? Ustaz Adi Hidayat Sarankan Ini
Jakarta, tvOnenews.com - Ustaz Adi Hidayat mengingatkan agar seluruh Muslim jangan sibuk dengan dunia saat di 10 terakhir Ramadhan, karena akan ada Lailatul Qadar.
Demi menjemput malam Lailatul Qadar, sebaiknya, pada malam-malam terakhir bulan Ramadhan, seluruh umat Islam meningkatkan ibadahnya, terutama di malam hari.
Lantas apakah harus beribadah di masjid?
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa esensi malam Al-Qadr itu itu lebih kepada bagaimana menghidupkan malam dengan amalan.
“Sekalipun bila tak mampu dikerjakan di masjid seperti sekarang kita lalui pada umumnya,” jelasnya dalam ceramah yang dilihat tvOnenews.com di YouTube Adi Hidayat Official.
“Ibadah dapat dilakukan di rumah, maka tidak ada alasan untuk tidak menghidupkan malam dengan ibadah di rumah yang telah kita kondisikan,” tambahnya.
Ustaz Adi Hidayat mengatakan bahwa dalam menjemput malam Lailatul Qadar itu yang utama adalah amalannya, bukan pada tempatnya.
“Jadi ini yang penting kita jawab syarat mendapatkan kemuliaan ini tidak terikat dengan tempat di masjid tapi lebih kepada bagaimana menghidupkan malamnya,” jelas Ustaz Adi.
“Dan menghadirkan suasana yang sekiranya bisa kita maksimalkan untuk menunaikan ibadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala,” sambungnya.
Tanda-tanda Orang yang Dapat Lailatul Qadar
Jemput Malam Lailatul Qadar Harus di Masjid? Ustaz Adi Hidayat Sarankan Ini (Sumber: istockphoto)
Walau sifatnya tersembunyi, namun ada beberapa riwayat yang menjelaskan mengenai tanda-tanda terjadinya malam lailatul qadar, termasuk tanda orang-orang yang mendapatkannya.
Menurut Ustaz Adi Hidayat, saat malam lailatul qadar terjadi, maka semua malaikat yang ada di langit turun serentak ke bumi sampai membuat bumi ini menjadi penuh sesak.
"Turun semua malaikat, sampai kata para ulama saking banyaknya yang turun malaikat maka keadaan bumi itu jadi padat," ungkap Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat mengibaratkan seperti sebuah wadah yang diisi kelereng sampai penuh sehingga tak lagi ada suara benturan kelereng jika digoyang-goyang.
Sama halnya ketika lailatul qadar terjadi, karena bumi penuh sesak oleh malaikat maka keadaannya akan sangat tenang hingga pepohonan tak terlihat bergoyang tertiup angin.