- Tangkapan Layar/YouTube Adi Hidayat Official
Ternyata Kata Ustaz Adi Hidayat Bukan Cuma Puasa Syawal, Ada Amalan Lain yang Jarang Diketahui Oleh Setiap Muslim
Jakarta, tvOnenews.com - Ustaz Adi Hidayat membagikan amalan bulan syawal yang jarang diketahui oleh setiap Muslim.
Sebagaimana diketahui, pada bulan Syawal, amalan yang paling utama adalah puasa enam hari.
Namun ternyata, kata Ustaz Adi Hidayat ada amalan yang jarang diketahui oleh setiap Muslim.
Amalan ini berlaku pada bulan Syawal hingga setelahnya.
Lalu apakah amalan lain di bulan syawal yang sebaiknya dilakukan?
Berikut penjelasan Ustaz Adi Hidayat yang dirangkum tvOnenews.com dari ceramah beliau yang diunggah di kanal YouTube miliknya.
Komitmen Kembali Kepada Aturan Islam
Ternyata Kata Ustaz Adi Hidayat Bukan Cuma Puasa Syawal, Ada Amalan Lain yang Jarang Diketahui Oleh Setiap Muslim (Sumber: istockphoto)
Ustaz Adi Hidayat mengingatkan, bulan Syawal adalah saat dimana seorang Muslim menghadapkan diri untuk melakukan syariat yang lurus dan benar.
“Maka hadapkanlah dirimu ke dalam ketentuan syariat dengan lurus dan benar. Maksudnya, mulai lah serius mengerjakan ketentuan syariat dengan lurus dan benar,” ujar Ustaz Adi Hidayat.
Ketika mengerjakan syariat dengan benar, kata Ustaz Adi Hidayat, itulah fitrah yang telah Allah SWT tetapkan kepada manusia.
“Saat Allah SWT menciptakan manusia itu penciptaan kita tujuan utamanya untuk menjadikan kita memenuhi aturan syariat dengan lurus dan benar,” jelas Ustaz Adi Hidayat.
Maka, amalan yang ada pada bulan Syawal dan berlaku seterusnya itu kata Ustaz Adi Hidayat adalah komitmen setiap muslim untuk kembali kepada aturan Islam.
“Amalan di bulan Syawal selanjutnya yang berlaku terus melewati Syawal adalah komitmen dari setiap Muslim untuk kembali pada aturan-aturan Islam dalam kehidupannya,” ujar Ustaz Adi Hidayat.
Diantara amalan dari komitmen Muslim kepada aturan Islam ialah mempercayai bahwa tuhan itu satu, hanya Allah SWT.
“Apa diantaranya? Ketika ditanya tentang Islam oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW,” jelasnya.
“Jawaban pertama dari Nabi adalah terkait dengan amalan kita. Kata Nabi, saya komitmen tidak menjadikan tuhan manapun selain Allah sebagai tuhan yang layak untuk disembah,” lanjut Ustaz Adi Hidayat.