- Pexels/Chevon Rossouw
Inilah Nama Kucing Peliharaan Rasulullah SAW, Kisah Mulanya ketika Nabi Muhammad SAW Sholat Berjamaah di Masjid Nabawi
Kisah awal pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan Muezza itu sesuai dengan kutipan di dalam buku Bahan Ajar BIPA Tingkat 6 oleh Krishandini dkk.
Dari situlah Nabi Muhammad SAW sangat menyayangi Muezza yang dimana selalu digendong ketika ada tamu datang ke rumah beliau.
Saat menyambut tamu, Muezza juga selalu ditaruhkan ke bagian paha Nabi Muhammad SAW.
Kemudian, orang-orang terdekat Nabi Muhammad SAW juga sangat menyayangi Muezza.
Salah satu orang terdekat Nabi Muhammad SAW adalah istrinya yakni Aisyah RA sangat menyayangi kucing lucu itu.
Bahkan Aisyah RA sangat bersedih apabila kucing bernama Muezza tersebut pergi.
Di sinilah Nabi Muhammad SAW mempunyai pesan kepada umat Islam yang senantiasa memelihara kucing dengan kasih sayang.
Tetapi apabila kucing yang dirawatnya ditelantarkan maka mereka akan mendapatkan hukuman berupa siksa neraka.
Hukuman itu diambil dari kisah seorang wanita masuk neraka hanya karena membiarkan kucing tersiksa saat dirawat olehnya.
Dari riwayat Ibnu Umar terhadap sabda Rasulullah SAW bagi orang yang menelantarkan kucing saat merawatnya sebagai berikut.
"Seorang wanita dimasukkan ke dalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai." (HR Bukhari)
Bermula dari situlah dalam ajaran Agama Islam senantiasa untuk selalu menyayangi hewan termasuk kucing sebagai binatang kesayangan Nabi Muhammad SAW.
Beruntunglah bagi orang yang menyayangi hewan akan mendapatkan posisi yang setimpal dan paling mulai di sisi Allah SWT.
Tertuang dalam Hadits dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah bersabda:
اَلرَّاحِمُوْنَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى اِرْحَمُوْا مَنْ فِى الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِى السَّمَآءِ
Artinya: "Orang-orang yang ada rasa Rahim akan dirahmati oleh Tuhan yang maha Rahman, yang memberikan berkat dan Mahatinggi, sayangilah makhluk yang ada di muka bumi, niscaya engkau akan disayangi makhluk yang ada di langit." (HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, dan al Hakim).