- Tangkapan layar dari Youtube
Pernah Bersama Namun Berakhir, Yuk Belajar dari Kisah Cinta Mughits dan Barirah, Ustaz Hanan Attaki Ingatkan Ini
"Sehingga cinta itu, menurut para ulama tidak bisa dipaksakan dan diluar kendali kita manusia, (rasa) itu dengan sendirinya," jelas Ustaz yang akrab disapa UAH
Dengan demikian, secara tidak langsung Kisah Cinta ini mengajarkan manusia hanya bisa merencanakan dan Allah SWT maha berkehendak atas segalanya. Surah ini, mungkin tepat setelah kisah cinta bertepuk sebelah tangan, perihal keikhlasan terhadap ketetapan Allah SWT.
Keikhlasan ini tercermin dalam firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 216:
كُتِبَ عَلَيۡکُمُ الۡقِتَالُ وَهُوَ كُرۡهٌ لَّـكُمۡۚ وَعَسٰۤى اَنۡ تَكۡرَهُوۡا شَيۡـــًٔا وَّهُوَ خَيۡرٌ لَّـکُمۡۚ وَعَسٰۤى اَنۡ تُحِبُّوۡا شَيۡـــًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّـكُمۡؕ وَاللّٰهُ يَعۡلَمُ وَاَنۡـتُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ
٢١٦
kutiba ‘alaikumul-qitâlu wa huwa kur-hul lakum, wa ‘asâ an takrahû syai'aw wa huwa khairul lakum, wa ‘asâ an tuḫibbû syai'aw wa huwa syarrul lakum, wallâhu ya‘lamu wa antum lâ ta‘lamûn
Artinya "Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal ia baik bagimu, dan mungkin kamu menyukai sesuatu, padahal ia tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui". (klw)
Wallahualam Bissawab