news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ustaz Adi Hidayat.
Sumber :
  • YouTube

Ingin Berkurban tapi Diniatkan untuk Orang yang Sudah Meninggal, Memang Boleh? Ustaz Adi Hidayat Tegas Bilang Begini…

Boleh atau tidak bila seseorang ingin berkurban tetapi diniatkan untuk orang yang sudah meninggal? Ternyata begini pandangan Ustaz Adi Hidayat, seperti apa?
Jumat, 31 Mei 2024 - 17:00 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Hari Raya Idul Adha atau kurban akan jatuh pada bulan Dzulhijjah mendatang.

Umat Muslim biasanya akan berkurban dengan hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing atau domba.

Hukum berkurban sendiri adalah sunnah muakkad. Bagi Rasulullah SAW sendiri, kurban hukumnya adalah wajib.

Hal ini didasarkan kepada hadis, salah satunya adalah yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi,

أُمِرْتُ بِالنَّحْرِ وَهُوَ سُنَّةٌ لَكُمْ   

“Aku diperintahkan (diwajibkan) untuk berkurban, dan hal itu merupakan sunnah bagi kalian,” (HR. At-Tirmidzi). 

Sunnah berkurban sendiri adalah sunnah kifayah, jika dalam keluarga ada satu dari mereka telah menjalankan kurban maka gugurlah bagi yang lain.

Tetapi, anggota keluarga lain tetap boleh berkurban jika belum pernah melakukannya, bahkan tidak masalah bila ingin dilakukan setiap tahun.

Hal ini karena sunnah berkurban ditujukan kepada orang muslim yang merdeka, sudah baligh, berakal dan mampu. 

Lalu muncul sebuah pertanyaan, bolehkah seseorang meniatkan kurban untuk orang lain yang sudah meninggal?

Dalam salah satu ceramahnya, Ustaz Adi Hidayat memberikan penjelasannya.

Ustaz Adi Hidayat berpendapat, tidak masalah jika seseorang ingin berkurban atas nama orang lain yang sudah wafat.

“Sangat dibolehkan ya, jadi anda membeli satu hewan kurban kemudian diniatkan untuk yang telah wafat boleh-boleh saja,” kata Ustaz Adi Hidayat.

Kemudian, UAH menjelaskan dalil yang menguatkan pendapat ini.

Pada suatu ketika, Nabi Muhammad SAW pernah berkurban dan membaca doa yang menyebut untuk umat Muhammad.

“Nabi Muhammad SAW tadi secara umum menyampaikan kurbannya kepada Allah SWT dengan kalimat, satu kepada keluarga besar Muhammad, yang kedua umat Muhammad,” ujar Ustaz Adi Hidayat.

“Di keluarga besar beliau saja saat berkurban kan tidak semuanya masih hidup, ada diantara putra beliau yang wafat anak laki-lakinya kan wafat keseluruhan,” sambungnya.

Selain putra-putra Nabi Muhammad SAW, ada pula istrinya Siti Khadijah yang telah wafat dan tetap termasuk sebagai keluarganya.

Hal ini juga tak hanya berlaku bagi keluarga Nabi SAW maupun umatnya yang telah wafat.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:56
01:32
01:41
01:29
06:21
01:48

Viral