news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Wukuf di Arafah dan Replika Padang Mahsyar.
Sumber :
  • Media Center Haji

Wukuf di Arafah dan Replika Padang Mahsyar

“Haji itu adalah wukuf di Arafah, maka barangsiapa yang mengetahui (wukuf di Arafah) pada malam Arafah, hingga menjelang terbitnya fajar dari malam berkumpulnya para jamaah, maka sungguh hajinya telah sempurna”.
Minggu, 16 Juni 2024 - 05:00 WIB
Reporter:
Editor :

Arafah, tvOnenews.com - Lautan manusia membanjiri padang Arafah pada 9 Zulhijjah 1445H/2024 M atau Sabtu (15/6/2024).

Inilah inti dari haji.

Hal itu sebagaimana hadist berikut ini.

HR. Abu Daud dari Abd. Al-Rahman bin Yu’mar al-Dailiy, Nabi Muhammad SAW bersabda,

الحجُّ عرفةُ , فمن اَدْرَكَ لَيْلَةَ عرفةَ قبلَ طُلُوْعِ الفَجْرِ من ليلةِ جُمَعٍ فَقَدْ تَمَّ حَجُّـهُ.

“Haji itu adalah wukuf di Arafah, maka barangsiapa yang mengetahui (wukuf di Arafah) pada malam Arafah, hingga menjelang terbitnya fajar dari malam berkumpulnya para jamaah, maka sungguh hajinya telah sempurna”.

Sejak perjalanan dari Kota Makkah, bacaan talbiyah terus terlantun dari mulut setiap jemaah.

“Labbaikallahumma labbaik. Labbaika laa syarikalaka labbaik. Innalhamda wal nikmata laka wal mulk laa syarikalak”.

“Aku datang memenuhi panggilan-Mu, ya Allah. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-mu. Sesungguhnya segala puji nikmat dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.”

Itulah lantunan yang tiada henti berkumandang selama pelaksanaan wukuf di Arafah.

Kalimat talbiah ini berulang kali terlontar dari mulut jamaah haji sejak bergerak dari pemondokan hingga di Padang Arafah, daerah terbuka dan luas di sebelah timur luar kota suci umat Islam di Makkah, Arab Saudi.

Meski suhu mencapai hingga 46 derajat celcius, jemaah haji tak pantang menyerah demi mendapatkan ampunan dari Sang Khalik.

Tanpa membedakan asal usul, seluruh umat Islam berkumpul hanya dengan mengenakan kain putih sederhana. 

Ihram, itulah simbol bahwa kehidupan manusia itu dibatasi.

Tidak boleh seorang dari jemaah haji yang berani melewati batasan saat berihram.

Semua yang sudah berihram dilarang melakukan hal-hal yang telah dilarang.

Jika terdapat jemaah haji yang melanggar larangan saat berihram, maka ibadah hajinya akan batal.

Hal inilah yang menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk yang dibatasi.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:50
05:20
07:41
02:19
00:36
05:45

Viral