news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Buya Yahya.
Sumber :
  • YouTube

Memang Boleh dan Sah Wudhunya kalau Tangan Dimasukkan ke Dalam Gayung? Ternyata Begini Penjelasan Buya Yahya, Katanya…

Buya Yahya menjelaskan perihal boleh atau tidak berwudhu memasukkan tangan ke dalam gayung. Apakah tetap sah wudhunya? Simak penjelasannya berikut ini.
Sabtu, 29 Juni 2024 - 12:45 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Sebelum salat, setiap muslim diwajibkan untuk berwudhu.

Wudhu merupakan cara mensucikan diri dengan air sebelum melaksanakan salat. 

Perintah wudhu sebelum salat terdapat dalam Al-Quran surah Al-Maidah ayat 6, yang artinya:

"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki,"

Anjuran melakukan wudhu sebelum salat juga telah di riwayatkan Nabi Muhammad SAW,

"Allah tidak menerima salat salah seorang kamu bila berhadats sampai ia berwudhu," (HR Bukhari)

Wudhu dilakukan menggunakan air bersih atau air mengalir.

Termasuk kategori air yang bisa digunakan untuk berwudhu, di antaranya air hujan, air laut, air sungai, air sumur, air mata air, air salju, dan air dari hasil hujan es.

Selain itu, air tidak dapat digunakan untuk berwudhu apabila terkontaminasi dan berubah warna, rasa, atau bau.

Apabila ketersediaan air terbatas, maka diperbolehkan menggunakan air dalam bak atau lainnya, dengan cara-cara yang telah ditetapkan.

Sebab, dalam berwudhu juga ada air musta'mal, yaitu air yang sudah digunakan untuk menghilangkan hadats atau air bekas wudhu.

Air yang sudah digunakan untuk berwudhu atau air musta'mal tidak bisa lagi digunakan untuk berwudhu.

Lalu bagaimana jika seseorang berwudhu dengan memasukkan tangan ke dalam bak atau ke dalam gayung?

Dikutip dari tayangan YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menjelaskan hukum berwudhu dengan cara memasukkan tangan ke dalam gayung.

Buya Yahya menjelaskan, meski memasukkan tangan ke dalam gayung, bisa jadi air tersebut tidak menjadi musta'mal.

"Ini kesalahpahaman sebagian orang yang menganggap bahwa air yang sedikit itu kalau kesentuh langsung menjadi musta'mal," kata Buya Yahya.

Lebih lanjut, Buya Yahya menjelaskan bahwa air musta'mal yaitu air yang sudah digunakan untuk membasuh bagian-bagian yang wajib.

"Air musta'mal adalah air yang sudah digunakan untuk membasuh yang wajib. Membasuh wajah, basuhan pertama yang menetes itu musta'mal," ujar Buya Yahya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:41
01:15
01:16
01:29
10:52
04:13

Viral