- Kolase Freepik & Tangkapan layar YouTube Ustadz Abdul Somad Official
Tolong Jangan Keliru Lagi, Ternyata Bagian Tubuh Kucing ini Tidak Najis, Ustaz Abdul Somad Ungkap dari Pendapat...
Ia menerangkan apabila ada ikhtilaf masih lemah dibandingkan dari kesepakatan ijma' para ulama hingga Al-Quran dan hadits mengenai hukum air liur kucing.
"Kalau ikhtilaf berarti ada satu pendapat yang mengatakan ijma sepakat. Quran, hadits, ijma', qiyas," katanya.
Ustaz Abdul Somad menyampaikan kucing salah satu hewan yang diibaratkan selalu melakukan kegiatan tawaf.
Ia memaparkan kucing selalu mengelilingi seperti kegiatan tawaf ibadah haji maupun umrah sebagaimana hidupnya berdampingan dengan manusia.
"Binatang yang lalu-lalang, dalilnya mana? Ia lalu lalang sama sahabat," terangnya.
Ia menyinggung kucing yang selalu menjilat saat seseorang sedang shalat tidak mengandung najis pada air liurnya.
Menurutnya, jika air liur hewan tersebut najis maka ibadah shalat yang dilakukan sahabat Rasulullah SAW tidak sah atau batal.
"Kalau najis pastilah sahabat yang sedang shalat itu batal shalatnya, dia sedang shalat datang kucing," jelasnya.
"Menggelendotkan, melepuh-melepuhkan ekornya, bulunya air liur," sambungnya.
Lanjut, Ustaz Abdul Somad juga menerangkan air minum yang dijilat atau diminum oleh kucing juga tidak mengandung najis.
"Datang kucing menjilat air minum, apakah jadi najis air minum? Enggak bejana," tuturnya.
Ia menyampaikan hal tersebut diambil dari Ummu Qais binti Mihsan meriwayatkan hukum air liur kucing, Rasulullah SAW bersabda:
عن كبشة بنت كعب بن مالك -وكانت تحت ابن أبي قتادة-: أن أبا قتادة دخل فسَكَبَتْ له وَضُوءًا، فجاءت هرة فشربت منه، فأصغى لها الإناء حتى شربت، قالت كبشة: فرآني أنظر إليه، فقال: أتعجبين يا ابنة أخي؟ فقلت: نعم، فقال: إن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: إنها ليست بنجس، إنها من الطوافين عليكم والطوافات
Artinya: Dari Kabsyah, putri Ka'ab binti Malik, yang berada di bawah perawatan Ibnu Abi Qatadah: Ketika Abu Qatadah masuk, dia menuangkan air wudhu untuknya. Kemudian, seekor kucing datang dan minum dari air tersebut. Abu Qatadah pun mendiamkan wadah tersebut hingga kucing selesai minum. Kabshah berkata; ‘Saya ingin melihatnya.’ Abu Qatadah bertanya; ‘Apakah kamu terkejut, wahai putri saudaraku?’ Kabshah menjawab; ‘Iya.’ Abu Qatadah lalu berkata; ‘Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Kucing bukanlah makhluk najis. Mereka adalah makhluk yang sering mengelilingi kalian."