- Kolase Pexels & NU Online
Habis Shalat Subuh Jangan Langsung Bangun, Tolong Baca Wirid dan Doa Nabi Muhammad SAW Minta Rezeki ini, Kata Mbah Moen
Almarhum Mbah Moen pun membagikan amalan Wirid agar rezeki didatangkan segala arah setelah shalat Subuh.
Namun, almarhum pengasuh tertinggi Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang itu mengatakan rezeki tidak selalu harta.
Ia mencontohkan bahwa rezeki ada bermacam-macam di antaranya pasangan hidup yang beriman dan anak saleh.
"Bisa juga rezeki itu berupa istri yang salihah atau anak-anak yang baik, kesehatan yang baik itu pun juga merupakan rezeki," jelasnya.
Almarhum mantan ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan itu menegaskan segala hajat yang diucap dari pengamalan Wirid tersebut langsung didengar oleh Allah SWT.
Almarhum Mbah Moen mengatakan amalan Wirid ini dari Asmaul Husna berbentuk bacaan "Ya Latif" dibaca sebanyak 129 kali.
Ia menyampaikan Ya Latif diamalkan 129 kali setelah shalat Subuh dan shalat Fardhu'.
"Asma Ya Latif ini nantinya kita baca sebanyak 129 kali tidak boleh lebih, tidak boleh kurang setelah shalat fardhu atau shalat Subuh," ungkapnya.
Bacaan Asmaul Husna Ya Latif
ﻳﺎﻟﻄﻴﻒ
Artinya: "Yang Mahalembut."
Lanjut, almarhum Mbah Moen menambahkan agar seorang mukmin mengamalkan doa berasal dari dalil Al-Quran setelah membaca Ya Latif.
Ia mengatakan agar Surah Asy-Syura Ayat 19 menjadi doa setelah Asmaul Husna dibaca ketika baru menyelesaikan shalat Subuh.
Bacaan Surah Asy-Syura Ayat 19
اللَّهُ لَطِيفٌ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ
Bacaan Latin: Allaahu latiifum bi‘ibaadihii yarzuqu may yasyaa'(u), wa huwal-qawiyyul-‘aziiz(u).
Artinya: "Allah sangat lembut kasih sayang-Nya pada hamba hamba-Nya, dan memberikan rezeki pada orang yang dikehendaki, dan Dialah Allah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa." (QS. Asy-Syura, 42:19)
Almarhum Mbah Moen menambahkan agar seorang mukmin kembali melanjutkan untuk mengamalkan doa Nabi Muhammad SAW meminta rezeki.
اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا