news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ternyata Shalat Dhuha Bukan Mulai Jam 8 Pagi, Ustaz Adi Hidayat: Jika Dilakukan di Awal Senilai Pahala Haji dan Umrah.
Sumber :
  • freepik

Ternyata Shalat Dhuha Bukan Mulai Jam 8 Pagi, Ustaz Adi Hidayat: Jika Dilakukan di Awal Senilai Pahala Haji dan Umrah

Ustaz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan, shalat dhuha bukan dari jam 8 pagi tapi dilakukan sejak awal yang disebut syuruq dan itu senilai pahala haji dan umrah.
Kamis, 17 Oktober 2024 - 06:24 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Ustaz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan, bahwa shalat dhuha bukan dari jam 8 pagi tapi bisa dilakukan sejak awal yang disebut waktu syuruq.

Hal ini karena kata Ustaz Adi Hidayat (UAH) shalat dhuha terbagi dalam tiga waktu, yakni awal, pertengahan dan akhir.

Tiga waktu shalat dhuha itu kata UAH memiliki fadhilah yang berbeda-beda dan jika dilakukan di awal itu senilai pahala haji dan umrah.

“Ini senilai pahala haji dan umrah tapi belum tentu dapat kemuliaan shalat di masjidil haram masjid nabawi,” ujar UAH.

Berikut tiga waktu shalat dhuha yang dijelaskan oleh Ustaz Adi Hidayat (UAH).

Waktu Shalat Dhuha Pertama

Waktu pertama shalat dhuha adalah saat awal, setelah subuh saat syuruq.

Shalat di awal dhuha ini katanya memiliki fadhilah senilai pahala haji dan umrah.

Namun UAH mengingatkan bahwa hal tersebut jangan dipahami dengan kalimat bahwa jika shalat dhuha di awal artinya sudah haji dan umrah.

“Shalat dhuha itu waktunya dimulai sejak waktu syuruq, saat perjalanan matahari yang bergerak dari terbit sampai berada di posisi tempat terbitnya sampai bergeser lagi sekira bayangan itu  1 tombak,” tandas UAH.

Waktu syuruq itu kata Ustaz Adi Hidayat (UAH) adalah saat matahari sekitar satu tombak.

“Saat bayangan matahari 1 tombak inilah waktu syuruq atau awal dhuha,” jelas UAH.

“Awal dhuha, tarik 1 jam setelah shalat subuh, kurang lebih 1 jam paling cepat, awal syuruq 6.30 boleh nambah 15 menit tak ada masalah,” katanya melanjutkan.

Adapun kemuliaan yang ada di awal dhuha in kata UAH tercantum dalam Hadis Riwayat Imam At-Tirmidzi.

“Siapa menunaikan shalat subuh dengan jamaah atau di hadis lain dikatakan di masjid, lalu dia tidak langsung beranjak, dia berdzikir dulu hingga sampai tiba awal dhuha, kemudian dia shalat di awal dhuha itu, maka ia dapat pahala senilai haji dan umrah,” kata UAH.

Meski bukan artinya sudah haji dan umrah, namun UAH menyarankan setiap Muslim lakukan shalat dhuha di waktu ini.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:50
05:20
07:41
02:19
00:36
05:45

Viral