news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Buya Yahya sarankan tidak peluk kucing meski jadi hewan peliharaan yang imut.
Sumber :
  • Kolase iStockPhoto & Tangkapan layar YouTube Al-Bahjah TV

Walau Gemas dan Imut-imut, Mulai Sekarang Jangan Biasakan Peluk Kucing agar Hindari Hal ini Kata Buya Yahya

Buya Yahya memahami bahwa kucing yang dipelihara maupun dirawat dalam rumah bikin bahagia. Meski ia menganjurkan tidak peluk hewan imut itu guna mencegah ini.
Kamis, 5 Desember 2024 - 16:53 WIB
Reporter:
Editor :

"Apakah najis atau tidak ya kalau kucing digendong ataupun tidur di sisi kucing?," kata jemaah Buya Yahya saat memberikan pertanyaan.

"Soalnya kalau buang air kecil sama kotorannya tidak dibasuh, otomatiskan najis," lanjut dia menjelaskan.

Soal kekhawatiran terhadap najis kucing, Buya Yahya menguraikan secara tuntas saat pemeliharanya sering menggendong atau memeluk hewan imut ini.

Pendakwah karismatik bernama KH Yahya Zainul Ma'arif ini menyampaikan najis kucing dapat berpindah baik ke tubuh atau pakaian manusia apabila terus digendong setiap hari.

Tak hanya itu, bagi seorang pemelihara kerap tidur di sebelah kucing juga berpotensi najis hewan itu berpindah ke tubuhnya.

Ia menyinggung istinja pada najis dari kotoran kucing belum ditemukan sejak zaman para Rasul.

"Mulai dari zaman Nabi Adam sampai hari ini dari Barat, Timur, Utara, Selatan tidak ada kucing kalau habis buang air lalu ada yang nyebokin enggak ada," terang dia.

"Mulai kapan? Basuh kucing di istinja atau kambing di istinja ini tidak ada," sambungnya.

Selain mengandung najis, pendakwah kelahiran dari Blitar itu juga menyebutkan kotoran kucing memunculkan penyakit.

Secara ilmu medis, kotoran kucing rentan menular ke manusia karena mengandung parasit atau gas beracun yang menimbulkan penyakit.

"Khawatir sudah masuk wilayah was-was juga penyakit yang sering menjangkit sebagian orang was-was," terangnya.

Namun demikian, Buya Yahya menyanggah tentang najis dari kucing berdasarkan pada zaman Rasulullah SAW. Kebetulan beliau saat itu sedang mengerjakan tawaf.

"Jadi pada zaman nabi itu benar tawaf itu dianggap termasuk makhluk yang biasa mondar-mandir," ucapnya.

Jika tetap bersikeras memeluk kucing, Buya Yahya tidak menyalahkan saat merawat hewan menggemaskan ini dengan penuh kasih sayang.

Ia menyinggung tentang bulu yang berfungsi untuk menghalangi najis. Apalagi jika ada orang merawat kucing berbulu lebat.

Ia menuturkan najis dari kucing rentan terkena tubuh atau pakaian apabila baru mengeluarkan kotoran dari duburnya.

"Sebab najis tidak akan pindah kecuali basah dengan basah itu pun di wilayah yang terkena najis," paparnya.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:18
01:01
01:52
05:54
07:49
05:37

Viral