- Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV
Istri Masih Suka Sebut Ayah saat Panggil Suami? Buya Yahya Beri Pesan kalau itu Sebaiknya...
Setelah mereka melakukan pernikahan akan melahirkan kepala rumah tangga yang di mana suami berperan sebagai pemimpinnya.
Peran suami membimbing keluarga agar senantiasa menanamkan kebaikan dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Salah satu hadits riwayat menerangkan peran suami dalam rumah tangga, Rasulullah SAW bersabda:
"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin dalam keluarganya dan dia bertanggung jawab atas apa-apa yang dipimpinnya." (HR. Bukhari)
Adapun seorang istri harus menghormati suami yang berperan menjadi kepala rumah tangga guna menjaga keharmonisan.
Ada kala bagi perempuan telah menjadi ibu atau berstatus istri kerap kali memanggil suami dengan sebutan bapak, abi, ayah dan sebagainya.
Beberapa orang menyebutkan sebutan kepada suami mengandung kata ayah dianggap haram dalam agama. Bahkan bisa menimbulkan dosa.
Sebagai seorang pendakwah karismatik, Buya Yahya mengatakan sebenarnya sebutan ayah tidak ada larangannya.
Namun begitu, pendakwah usia 51 tahun ini berpendapat ada perspektif saat suami dipanggil ayah akan mengandung makna berbeda.
"Pak tua nanti suamimu," katanya.
Meski demikian, ia menyebutkan tidak masalah seorang istri memanggilnya dengan sebutan itu apabila untuk memberikan ajaran dan pendidikan yang baik kepada anak.
"Cuma kalau ngajari sama anak oke sah, tapi kalau di kamar jangan papah lagi dong," katanya.
Sebaliknya, pendakwah kelahiran asal Blitar ini menyarankan di mana suami istri mempunyai waktu khusus bisa menciptakan sikap romantis.
"Ayang, gitu, pelat-pelet gitu biar kelihatan cantik," saran dia.
Ia berasumsi bahwa dalam pernikahan harus menciptakan kreativitas agar keharmonisan tetap terjaga dan semakin menumbuhkan rasa cinta.
"Jadi begitulah, pandai-pandai punya seni bercinta, jangan orang monoton," tegasnya.
Buya Yahya kembali menegaskan dalam agama Islam tidak menjadi masalah selama ada hal-hal mengandung kebaikan dengan panggilan tersebut.
"Kami tidak melarang ya enggak dosa, cuma yang indah dong, masa baru anak satu dibilang ibu, ama," tandasnya.
(far/hap)