- Istimewa/istockphoto.com
Ramadhan Tiba 23 Hari Lagi, Buya Yahya Ingatkan Cara Benar Qadha Puasa
tvOnenews.com - Ramadhan 2025 akan tiba sekitar 25 hari lagi. Setiap Mukmin yang masih memiliki utang puasa di tahun lalu sebaiknya lekas qadha atau bayar utang puasanya.
Namun KH Yahya Zainul Maarif atau Buya Yahya mengingatkan cara benar bagi setiap Mukmin yang ingin qadha puasa atau bayar utang puasa Ramadhan.
Sebagaimana hukum Islam, bagi Mukmin yang memiliki utang puasa di bulan Ramadhan maka wajib qadha. Namun agar tidak salah, sebaiknya simak dahulu penjelasan Buya Yahya berikut ini.
Hal ini tentu penting diketahui, agar setiap Mukmin tidak ragu atau bimbang tentang cara qadha puasa Ramadhan. Lalu bagaimana sebenarnya cara qadha puasa yang benar?
Bagaimanakah cara niat qadha puasa benar sesuai dengan ajaran Islam? Berikut penjelasan Buya Yahya yang dirangkum tvOnenews.com dari ceramahnya yang diunggah di kanal YouTube Al-Bahjah TV.
Dalam video tersebut, Buya Yahya mendapatkan pertanyaan mengenai niat qadha puasa. Jamaah itu bertanya tentang niat qadha namun tidak dengan bahasa Arab,
“Mengqadha puasa Ramadhan yang tertinggal beberapa kali saya niat pakai bahasa Indonesia yang Saya ambil dari terjemahan dari niat bahasa Arab,” tanya jemaah tersebut.
“Jadi saya niatnya cuma gini, saya berniat mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah Ta'ala,” sambungnya.
Namun ia menjadi ragu karena ia membaca satu artikel tentang fiqih puasa yang menjelaskan bahwa niat puasa wajib seperti Ramadhan wajib menyebutkan keperluannya dalam niat.
“Lalu apakah puasa saya sah?” tanya jemaah itu.
Lalu bagaimanakah pandangan Buya Yahya mengenai hal tersebut? Apakah sah niat puasa dari jamaah tersebut?
Mendengar pertanyaan tentang niat puasa qadha itu, Buya Yahya menanyakan dulu kepada jemaah itu tentang hukum puasa Ramadhan yang ia tahu.
“Apakah Anda tahu puasa Ramadhan itu wajib?” tanya Buya Yahya yang kemudian langsung dijawab “iya wajib” oleh jemaah itu.
Maka setelah mengetahui bahwa si jemaah paham bahwa puasa Ramadhan wajib, Buya Yahya dengan tegas mengatakan bahwa jika niat puasa qadha seperti dilakukan seperti jemaah yang bertanya itu maka hukumnya sah.