news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Muhammadiyah Tetapkan Ramadhan 2025 pada 1 Maret, Ustaz Adi Hidayat Ingatkan Bayar Utang Puasa: Itu Bukan Bisa tapi .....
Sumber :
  • dok.kolase tvonenews.com/tangkapan layar Youtube PP Muhammadiyah

Muhammadiyah Tetapkan Ramadhan 2025 pada 1 Maret, Ustaz Adi Hidayat Ingatkan Bayar Utang Puasa: Qadha Itu Bukan Bisa tapi ....

Muhammadiyah telah tetapkan puasa pada 1 Maret mendatang. Ini jadi pengingatumat muslim siapkan diri untuk ibadah puasa Ramadhan 2025 yang maksimal.
Rabu, 12 Februari 2025 - 17:20 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com- Kabar terbaru disampaikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah kalau Puasa Ramadhan 1446 Hijriah jatuh pada tanggal 1 Maret 2025.

Hal ini menjadi pengingat semua umat muslim agar senantiasa menyiapkan diri secara baik mulai dari jasmani dan rohaniah.

Dengan tujuan mencapai ibadah puasa Ramadhan yang maksimal, yang dijalankan selama kurang lebih satu bulan Ramadhan 2025.

Muhammadiyah Tetapkan Ramadhan 2025 pada 1 Maret, Ustaz Adi Hidayat Ingatkan Bayar Utang Puasa: Itu Bukan Bisa tapi ....
Sumber :
  • dok.kolase tvonenews.com/tangkapan layar Youtube PP Muhammadiyah

 

"Berdasarkan hasil hisab, maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan, 1 Ramadhan 1446 H jatuh pada hari Sabtu pada 1 Maret 2025," ucap PP Muhammadiyah dalam konferensi pers, dikutip dari akun YouTube kanal PP Muhammadiyah, Rabu (11/2/2025).

Keputusan ini diambil setelah melalui kajian hisab hakiki wujudud hilal, dan diharapkan dapat diterima secara luas tanpa menimbulkan gesekan toleransi.

Sehubungan dengan ini, mengingatkan kita pada pesan Ustaz Adi Hidayat (UAH) soal kewajiban membayar utang puasa Ramadhan.

Namun Ustaz Adi Hidayat mengakui soal qadha terdapat dua pendapat ulama. Dimana pendapat yang pertama adalah yang dianggap ketat.

“Pendapat pertama yang ketat, jika terjadi dua situasi antara yang punya kewajiban qadha atau seseorang yang harus mengganti hutang puasanya. Lalu bertemu di bulan Syawal ingin memilih antara Syawal dengan qadha nya yang wajib, maka pendapat ulama yang pertama dahulukan yang wajib,” jelas UAH dikutip dari Youtube Adi Hidayat Official, Rabu (12/2/2025)

“Pendapat yang kedua, maka boleh kemudian didahulukan puasa Syawal dulu, begitu tuntas Syawal baru kemudian dikerjakan selanjutnya puasa yang qadha nya,” sambungnya.

Dengan demikian, Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa dirinya lebih condong dengan pendapat pertama.

Sebab hukum mengqadha sifatnya wajib sehingga jika ada kesempatan harus dilakukan dengan cepat.

“Dari kedua pendapat ini, saya lebih condong dengan pendapat yang pertama. Karena hukum meng-qadha itu sifatnya wajib, jadi begitu selesai Anda punya kemampuan meng-qadha langsung qadha,” pesan UAH.(put/klw).

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:50
05:20
07:41
02:19
00:36
05:45

Viral