- Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official
Kebiasaan Marah saat Puasa Ramadhan, Apakah Batal? Ustaz Adi Hidayat Ingatkan Bukan Cuma Tak Sah tapi Pengaruhi Pahalanya
tvOnenews.com - Marah-marah ketika menjalankan puasa Ramadhan, bagi Ustaz Adi Hidayat, bagian faktor ujian umat Muslim.
Ustaz Adi Hidayat mengulas tujuan puasa Ramadhan, tidak sekadar menahan makan dan minum saja, melainkan setidaknya mengendalikan hawa nafsu.
Marah-marah merupakan bagian dari hawa nafsu yang tertanam dalam diri manusia. Ustaz Adi Hidayat (UAH) menegaskan seseorang yang ngamuk mempengaruhi ibadah puasa Ramadhan.
"Berbuat tidak pantas itu dosa langsung sih tidak cuman membuat orang lain berpeluang dosa," ujar UAH dalam suatu kajian dinukil dari kanal YouTube Adi Hidayat Official, Rabu (12/2/2025).
Saat puasa Ramadhan kadang-kadang ada beberapa hal menyebabkan mengapa bisa marah. Emosi tidak terkendali, sehingga mengorbankan orang lain.
- Pixabay
Marah-marah mengartikan tidak bisa mengendalikan sifat lemah lembut saat puasa Ramadhan. Semestinya berpuasa harus melakukan perbuatan yang menjauhi hal-hal maksiat.
Rasulullah SAW memberikan nasehat kepada umatnya menjauhi sikap marah-marah saat puasa, seperti ini redaksinya:
وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَصْخَبْ ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ ، أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى امْرُؤٌ صَائِمٌ
Artinya: "Jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa, maka janganlah berkata-kata kotor, dan jangan pula bertindak bodoh. Jika ada seseorang yang mencelanya atau mengganggunya, hendaklah mengucapkan: sesungguhnya aku sedang berpuasa." (HR. Bukhari & Muslim)
Tutur kata yang tidak baik hanya menimbulkan sikap tercela, bahkan orang yang marah hanya menciptakan permusuhan.
Ada dendam yang berkelanjutan, sehingga perbuatan ini tidak seharusnya dilakukan umat Muslim sesuai redaksi dari Surat Fushilat Ayat 34-35, Allah SWT berfirman:
وَلَا تَسْتَوِى الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۗاِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ فَاِذَا الَّذِيْ بَيْنَكَ وَبَيْنَهٗ عَدَاوَةٌ كَاَنَّهٗ وَلِيٌّ حَمِيْمٌ, وَمَا يُلَقّٰىهَآ اِلَّا الَّذِيْنَ صَبَرُوْاۚ وَمَا يُلَقّٰىهَآ اِلَّا ذُوْ حَظٍّ عَظِيْمٍ