news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ustaz Adi Hidayat (UAH) beberkan jenis sakit boleh membatalkan puasa Ramadhan.
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official

Jangan Asal Lagi, Kalau Puasa Ramadhan Tiba-tiba Sakit yang Boleh Batal Harus seperti ini Kata Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengupas tuntas seperti apa jenis sakit yang tiba-tiba didapatkan saat melaksanakan puasa Ramadhan agar bisa dibatalkan. Simak di sini!
Jumat, 14 Februari 2025 - 20:50 WIB
Reporter:
Editor :

Artinya: "(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al Baqarah, 2:184)

Ayat ini membuktikan tidak menerangkan secara detail seperti apa jenis sakit yang dilarang atau boleh membatalkan puasa, walaupun pemaparannya lebih condong ketika kondisi di perjalanan.

"Dari Ibnu Sirin pernah ada riwayat sampai kepada beliau, pernah beliau sakit dalam sakit itu kemudian makan, maka beliau beralasan jari saya lagi sakit," tutur dia.

Pendakwah lulusan S2 di UIN Bandung ini berspekulasi tidak ada keharusan mengikuti pendapat ini, bisa menimbulkan berbagai masalah ke depannya.

"Nah pendapat ini tidak harus diikuti karena kalau begini nanti banyak ibu-ibu buka, saat masak di dapur iris-iris bawang merah, ada yang keseleo di kantor buka," paparnya.

"Maka yang seperti ini perlu dijelaskan lebih lanjut," tambahnya melanjutkan.

Direktur Quantum Akhyar Institute itu menuturkan pemahaman sakit saat puasa, semisal sama sekali dalam kondisi tidak berdaya, mau bergerak sedikit pun sangat sulit.

"Apa yang dimaksud dengan sakit di sini, diikat dengan kalimat yang sulit, sulit itu kan enggak mampu. Jadi dengan sakitnya ini membuat dia tidak mampu maksimal puasa," tegasnya.

Seseorang yang telah mendapatkan sakit apalagi mempunyai riwayat yang cukup parah sejak lama, sebaiknya tidak memaksakan diri berpuasa.

"Bahkan dikhawatirkan dengan puasa nya itu bisa memperparah sakitnya," sebutnya.

UAH kembali memperjelas jenis sakitnya apabila rentan didapatkan saat puasa, maka harus segera berbuka dan menyantap makanan-minuman.

"Yang dimaksud adalah penyakit yang kalau puasa ditunaikan menjadi sulit penunaian puasa itu atau bahkan penyakitnya bisa bertambah dengan puasa itu," ujarnya.

Catatan ini berlaku tetap wajib menggantinya dengan cara qadha puasa di kemudian hari atau membayar fidyah agar tidak dosa.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:41
01:15
01:16
01:29
10:52
04:13

Viral