- Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official
Bukan Jam 12 Malam, Tolong Jangan Shalat Isya di Waktu ini meski Bikin Tenang Ustaz Adi Hidayat Tegaskan Hukumnya...
tvOnenews.com - Shalat Isya adalah ibadah wajib yang memiliki waktu pelaksanaannya paling lama. Ustaz Adi Hidayat mengatakan ukuran waktunya menyebabkan umat Muslim lalai beribadah.
Sesungguhnya shalat Isya paling afdhol berada di awal waktu, hanya perkara waktu pelaksanaannya sangat panjang, kata Ustaz Adi Hidayat, sering dilalaikan umat Muslim.
Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengatakan ada satu waktu yang dilarang untuk mengisi shalat Isya. Padahal masih berada di dalam waktu pelaksanaannya.
UAH mendengar bahwa waktu larangannya selalu disebutkan pada jam 12 malam, sehingga mereka menganggap shalat Isya tidak boleh dikerjakan pada waktu tersebut.
Apakah benar waktu larangan shalat Isya di sekitaran jam 12 malam? UAH membocorkan hal ini sekaligus hukumnya.
- Freepik
"Saya mengatakan lebih baik prinsipnya tunaikan dari batas awal waktu sampai ke pertengahan waktu atau tengah malam," kata UAH dinukil dari channel YouTube Adi Hidayat Official, Jumat (21/2/2025).
Waktu larangan ini menggema di beberapa kalangan umat Muslim. Sebab, jadwal shalat Isya berlangsung seusai waktu Maghrib.
Artinya, apabila waktu Maghrib selesai telah memasuki pelaksanaan shalat Isya setiap harinya.
Shalat Isya menandakan ibadah wajib yang diperintahkan oleh Allah SWT berada di urutan terakhir, bahkan menjadi ujian bagi umat Muslim.
Hal ini mengingatkan Ayat Suci Al Quran dari Surat Al Baqarah Ayat 238 mengenai pemeliharaan shalat wajib termasuk Isya, Allah SWT berfirman:
حَافِظُوْا عَلَى الصَّلَوٰتِ وَالصَّلٰوةِ الْوُسْطٰى وَقُوْمُوْا لِلّٰهِ قٰنِتِيْنَ
Artinya: "Peliharalah semua shalat (Fardhu) dan shalat Wusta. Berdirilah karena Allah (dalam shalat) dengan khusyuk." (QS. Al Baqarah, 2:238)
Dalam waktu pelaksanaan shalat Isya, sering kali umat Muslim melupakan ibadah yang satu ini, padahal jangka waktunya begitu lama daripada ibadah wajib lainnya.
Tak sedikit dari mereka setelah bekerja seharian langsung tidur dalam kondisi tanpa mengerjakan Isya. Sebagian lainnya sengaja tidur lebih dahulu untuk mengakhiri shalat wajibnya.
Lantas, apakah boleh sengaja tidur lebih dulu sebelum mengerjakan Isya?
Rata-rata umat Muslim berniat seperti itu bukan berarti melalaikan shalat. Mereka menginginkan pelaksanaan Isya digabung Tahajud untuk memberikan pahala lebih besar.
Menurut UAH, rata-rata dari mereka sengaja mengerjakan shalat Isya, setidaknya ditunaikan pada jam 12 malam karena berkaitan dengan Tahajud.
"Mau kita ambil jam 12 (pukul 00.00) atau kisaran sampai jam satu (pukul 01.00)," tuturnya.
Jika ada orang yang betul-betul berniat seperti itu, bagi UAH, tidak ada salahnya dan sah-sah saja selama niatnya tulus mendapat keutamaan berkali lipat.
Dukungan ini mematahkan waktu larangan shalat Isya bukan terletak pada jam 12 malam. Lantas, kapan?
UAH secara gamblang menginformasikan ada waktu-waktu yang dimakruhkan oleh Allah SWT terkait urusan pelaksanaan shalatnya.
Sekali pun waktu tersebut masih masuk di pelaksanaan shalatnya, Allah SWT tetap sangat tidak menyukai hamba-Nya, apabila shalat Isya dikerjakan pada waktu ini.
"Dianggap tidak disukai, bahkan makruh bagi orang yang sengaja mengakhirkan shalat Isya, sampai mendekat ke waktu sahar, 30 menit sebelum waktu Subuh," ungkap UAH.
Jika merujuk pada waktu Subuh, waktu sahar di antara batas akhir waktu Tahajud dan menjelang adzan tiba.
Direktur Quuantum Akhyar Institute itu mencontohkan waktu Subuh dari keseluruhan wilayah Indonesia, rata-rata baru tiba pada jam 4 pagi.
Batas kemakruhan shalat Isya terletak pada jam setengah 4 pagi atau pukul 03.30. UAH mengatakan 30 menit yang tersisa masuk dalam kategori waktu sahar.
"Itu dipandang makruh sekali pun masih ada waktunya di situ," tandasnya.
UAH tidak menginginkan umat Muslim mengerjakan Isya di waktu sahar, meskipun kondisinya biki tenang dan khusyuk namun bisa masuk golongan sengaja melalaikan shalat.
(hap)