news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ustaz Khalid Basalamah.
Sumber :
  • YouTube

Shalat Tarawih Idealnya 11 atau 23 Rakaat? Ustaz Khalid Basalamah Ungkap Anjuran Rasulullah SAW Sebenarnya...

Shalat Tarawih dilakukan 11 atau 23 rakaat? Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan sunnah Rasulullah SAW kedua rakaat shalat itu boleh dikerjakan. Seperti apa?
Minggu, 2 Maret 2025 - 18:11 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Shalat Tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadhan.

Ibadah ini memiliki banyak keutamaan, salah satunya adalah pengampunan dosa bagi mereka yang melaksanakannya dengan penuh keimanan dan keikhlasan.

Namun, masih sering muncul perdebatan di kalangan umat Islam mengenai jumlah rakaat yang ideal untuk shalat Tarawih.

Ada yang berpendapat bahwa shalat Tarawih sebaiknya dilakukan sebanyak 11 rakaat, sementara ada juga yang meyakini bahwa 23 rakaat adalah jumlah yang lebih tepat.

Lalu, mana yang sebenarnya dianjurkan oleh Rasulullah SAW?

Ustaz Khalid Basalamah dalam ceramahnya menjelaskan bagaimana Rasulullah SAW mencontohkan shalat Tarawih dan bagaimana para sahabat setelahnya menjalankan ibadah ini.

Menurut Ustaz Khalid Basalamah, shalat Tarawih lebih utama dikerjakan di awal malam setelah shalat Isya, dibandingkan dengan shalat malam di sepertiga akhir malam.

Hal ini karena Rasulullah SAW sendiri lebih sering melaksanakannya di awal waktu.

"Tarawih itu di awal habis bada Isya khusus Ramadhan lebih afdal daripada shalat malam, karena Nabi SAW mengerjakan di awal waktu," ujar Ustaz Khalid Basalamah.

Setelah melaksanakan shalat Isya, Rasulullah SAW langsung berdiri untuk melaksanakan shalat Tarawih, sering kali dengan mengajak para sahabatnya untuk berjamaah.

Namun, pada malam pertama bulan Ramadhan, Rasulullah SAW memilih untuk tidak keluar dan tidak mengimami shalat berjamaah.

Beliau bersabda, “Aku tahu semalam kalian menungguku, tapi aku tidak keluar karena kalau aku keluar mengimami kalian bisa jadi shalat itu (Tarawih) menjadi wajib. Maka, kerjakanlah tapi jangan saya ada di situ. Kalau saya ada bisa jadi wajib.”

Dari hadis ini, bisa dipahami bahwa Rasulullah SAW tidak ingin memberatkan umatnya dengan menjadikan shalat Tarawih sebagai ibadah yang wajib.

Oleh karena itu, beliau tidak melarang umat Islam untuk melaksanakan Tarawih, tetapi juga tidak selalu mengimami shalat tersebut.

Dalam salah satu hadis al-Bukhari dan Muslim, diriwayatkan,

"Siapa yang mendirikan malam Ramadhan (shalat Tarawih) dengan keimanan, yakin bahwa ini adalah perintah Allah dan bukan karena urusan dunia, serta mengharapkan pahalanya, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:50
05:20
07:41
02:19
00:36
05:45

Viral