- istockphoto
Mengapa Puasa Ramadhan Diwajibkan? Tak Disangka Ternyata Inilah Alasannya
tvOnenews.com - Saat ini semua umat Islam sedang berada di dalam bulan suci Ramadhan, bulan yang berlimpah ruah keberkahan, sampai-sampai kita dibuat teringat lagi dengan kehidupan yang kekal abadi, yakni kehidupan akhirat.
Jika di bulan-bulan sebelumnya, seorang Muslim kerap lupa dengan surga dan neraka, maka di bulan yang suci ini sebaiknya ingatlah selalu akhirat, tempat semua manusia kembali dan kekal di dalamnya.
Sudah semestinya kita bersyukur, masih diberi kesempatan untuk merasakan Ramadhan di tahun ini. Itu artinya, Allah masih memberi kita kesempatan untuk membersihkan diri dengan bertaubat pada Ilahi. Minimal untuk menyadarkan diri kalau hidup, bukan hanya tentang dunia semata.
Lalu sebenarnya apa dasar dari perintah wajib puasa di bulan Ramadhan? Berikut penjelasannya.
Puasa ramadhan adalah ibadah Istimewa, yang diwajibkan oleh Allah SWT. kepada setiap muslim yang beriman.Allah berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Dari ayat ini, kita memahami bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketaqwaan dalam diri. Tapi pertanyaannya, kenapa kita harus berpuasa? Kemudian apa yang membuat ibadah ini begitu penting?
Puasa bukan sekedar menahan lapar dan haus. Tapi, dengan kita berpuasa, ini menjadi bukti ketaatan kita sebagai seorang hamba kepada Rabb-Nya. Pada saat kita meninggalkan makan dan minum di siang hari, padahal tidak ada yang mengawasi, maka sejatinya kita sedang melatih diri untuk selalu merasa diawasi oleh Allah SWT.
Inilah hakikat ketaqwaan yang sesungguhnya, dengan menjalankan perintah Allah dengan penuh kesadaran diri.
Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «قَالَ اللَّهُ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ، إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ،
“Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari & Muslim)
Bayangkan, ibadah puasa yang kita lakukan dinilai langsung oleh Allah SWT. Betapa beruntungnya kita, karena setiap detik yang kita jalani dalam keadaan berpuasa akan menjadi catatan pahala yang luar biasa.
Selain itu, di bulan Ramadhan ini, kita juga dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu, bukan hanya dalam makan dan minum, tapi juga dalam menahan emosi dan cara berperilaku.
Puasa juga membantu kita membersihkan hati dari sifat-sifat buruk seperti marah, iri, dan dengki. Dengan menahan diri, hati menjadi lebih tenang dan pikiran lebih jernih. Pada bulan Ramadhan inilah waktu terbaik untuk bermuhasabah dan memperbaiki diri.
Saat kita lapar, kita jadi lebih memahami bagaimana rasanya menjadi orang yang kekurangan. Saat puasa, kita belajar bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan dan terdorong untuk berbagi kepada sesama. Maka, Ramadhan juga dikenal sebagai bulan sedekah, dimana pahala setiap amal kebaikan dilipatgandakan.
Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِرَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ. وَفُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ، وَيُنَادِي مُنَادٍ: يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ، وَ ذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ
“Apabila datang awal malam dari bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintu pun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintu pun yang ditutup. Dan seorang penyeru menyerukan: ‘Wahai orang yang menginginkan kebaikan kemarilah. Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan tahanlah.’ Dan Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu terjadi pada setiap malam.”
(HR. At-Tirmidzi dalam Sunan-nya no. 682 dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya no. 1682, dihasankan Asy-Syaikh Albani rahimahullahu dalam Al-Misykat no. 1960)
Ini adalah bukti kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Allah memberikan kita kesempatan seluas-luasnya untuk kembali ke jalan yang benar, memperbanyak ibadah, dan meraih ridha-Nya.
Ramadhan bukan sekadar kewajiban, tetapi anugerah terbesar bagi kita umat muslim. Setiap detik yang kita jalani dalam bulan ini bisa menjadi penyelamat di akhirat kelak. Maka jangan biarkan Ramadhan kali ini berlalu sia-sia. Marilah jadikan bulan suci ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan menabung pahala sebanyak mungkin.
Satu hal yang harus kembali kita ingatkan pada diri, bahwa hidup di dunia hanyalah tempat bersinggah. Kita semua sedang dalam perjalanan menuju akhirat.
Dengan berpuasa Ramadhan, akan jadi kesempatan emas untuk kita dapat menabung pahala sebanyak-banyaknya, jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa perubahan. Jadikan bulan ini sebagai titik balik untuk menjadi Muslim yang lebih baik dari sebelumnya. Hingga akhirnya, kita bisa pulang dengan bahagia.
Wallahu’alam bishawab
(put)
Artikel Ini ambil dari tulisan Fitriah Khairani, Mahasantriwati Cinta Quran