news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi keberangkatan jemaah haji 2025 asal Indonesia.
Sumber :
  • Antara

Naskah Khutbah Jumat Singkat 9 Mei 2025: Awas! Kesalahan Fatal Menjelang Haji, Muhasabah di Bulan Zulkaidah

Ada banyak kesalahan begitu fatal saat persiapan menjelang ibadah haji 2025 sebagai bahan materi naskah khutbah Jumat singkat untuk shalat Jumat, 9 Mei 2025.
Rabu, 7 Mei 2025 - 21:40 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Umat Islam seluruh dunia tengah melakukan persiapan ibadah haji sejak bulan Zulkaidah tiba.

Di Indonesia, jemaah haji 2025 telah berangkat sejak 2 Mei 2025. Mereka akan langsung menuju Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Arab Saudi.

Di tengah persiapan menjelang haji, sebaiknya seluruh umat Muslim khususnya jemaah mengetahui apa saja kesalahan fatal yang bisa membatalkan ibadah tersebut.

Materi berupa kesalahan fatal menjelang ibadah haji akan dibahas melalui naskah khutbah Jumat singkat sebagai bahan rekomendasi khatib dalam sesi ceramah pelaksanaan shalat Jumat, 9 Mei 2025.

Materi naskah khutbah Jumat singkat ini bertujuan agar segala persiapan juga menjadi aspek penting menjelang ibadah haji.

Terlebih, mereka harus mempersiapkan apa saja kebutuhan dan larangan selama penyelenggaraan ibadah haji di tengah-tengah bulan Zulkaidah.

Naskah Khutbah Jumat Singkat Tema Kesalahan Fatal Menjelang Haji, Muhasabah di Bulan Zulkaidah

Ilustrasi mendengar naskah khutbah Jumat
Sumber :
  • iStockPhoto

 

الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي أَكْرَمَنَا بِالْإِسْلَامِ، وَأَعَزَّنَا بِهِ قُوَّةً وَإِيْمَانًا، وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِنَا فَجَعَلَنَا أَحِبَّةً وَإِخْوَانًا، وَأَشْهَدُ أَن لَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، أَنْزَلَ كِتَابَهُ هُدًى وَرَحْمَةً وَتِبْيَانًا، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، هَدَى اللهُ بِهِ مِنَ الضَّلَالَةِ، وَعَلَّمَ بِهِ مِنَ الْجَهَالَةِ، وَأَعَزَّ بِهِ بَعْدَ الذِّلَّةِ، وَكَثَّرَ بِهِ بَعْدَ القِلَّةِ، صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِينَ كَانُوا لَهُ عَلَى الْحَقِّ إِخْوَانًا وَأَعْوَانًا؛ أَمَّا بَعْدُ.

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.

Ma’asyiral Muslimin yang dirahmati Allah

Marilah kita jangan sampai pernah merasa bosan untuk selalu meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dengan sebenar-benarnya takwa agar segala urusan kita dipermudahkan di dunia dan akhirat.

Sholawat dan salam tercurahkan kepada idola, junjungan Nabi kita, Baginda Nabi Muhammad SAW yang mendapat kepercayaan lebih dari Allah SWT untuk menebarkan kebajikan dan kebenaran Islam sebagai agama penyempurna dan menyelamatkan umat manusia di akhirat kelak.

Hadirin jemaah shalat Jumat yang dikaruniai Allah

Tidak terasa kita telah memasuki bulan Zulkaidah, salah satu dari empat bulan haram yang begitu spesial dan diistimewakan dalam Islam, sebagaimana dari redaksi Surat At-Taubah Ayat 36, Allah SWT berfirman:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauhulmahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa." (QS. At-Taubah, 9:36).

Untuk itu, bulan Zulkaidah menjadi waktu krusial dalam persiapan ibadah haji, karena berada tepat sebelum masuknya bulan Dzulhijjah.

Maka, khutbah Jumat pada hari ini, khatib akan mengajak kita semua untuk bermuhasabah, merenungi kembali niat, persiapan, dan bekal menuju ibadah haji yang mabrur.

Sidang Jumat rahimahumullah

Khatib senantiasa mengingatkan dalam pembahasan ini mengenai bahayanya kesalahan fatal menjelang haji. Ada beberapa yang harus dihindari sebelum keberangkatan sebagai berikut:

1. Kurangnya Pelurusan Niat

Niat haji yang tidak lurus dengan tak menyematkan keikhlasan bisa menggugurkan pahala. Tidak sedikit calon jemaah haji yang justru terjebak pada niat duniawi.

Beberapa niat duniawi kerap kali menjebak calon jemaah haji, di antaranya ingin prestise, status sosial, atau sekadar menyusul teman.

Dalam salah satu hadis riwayat, kesalahan fatal sebelum berhaji telah diperingatkan, Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan apa yang diniatkannya." (HR. Bukhari & Muslim).

Jika niat tidak karena Allah, maka haji kita bisa menjadi sia-sia secara ruhani, meskipun sah secara syariat.

2. Lalai Belajar Fikih Haji

Khatib tidak sekadar menduga, tetapi telah melihat berbagai kasus banyak jemaah sama sekali tak memahami secara mendalam tentang rukun, wajib, dan sunnah haji.

Karena ketidaktahuan tersebut, akibatnya bisa terjadi kekeliruan dalam pelaksanaan manasik, bahkan bisa berakibat haji menjadi tidak sah.

Padahal, Al-Quran telah memperingatkan melalui dalilnya dari Surat Al-Baqarah Ayat 197, Allah SWT berfirman:

وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ

Artinya: "Dan berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa." (QS. Al-Baqarah, 2:197).

Melalui tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 197, takwa di sini mencakup ilmu dan kesiapan mental dalam menjalankan ibadah.

3. Mengabaikan Persiapan Ruhani

Hadirin sekalian yang diberkahi Allah, jemaah yang hendak berangkat seringkali sibuk dengan koper dan logistik.

Kesibukan ini sering terjadi di tengah mereka lupa meminta maaf kepada keluarga, menyelesaikan utang, atau memperbaiki hubungan sesama manusia. Padahal, haji adalah ibadah hati, bukan hanya ritual jasmani.

Salah satu hadis riwayat dari Imam Bukhari telah menegaskan persiapan terbaik sebelum berhaji, Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa berhaji, lalu ia tidak rafats (berkata kotor) dan tidak fusuq (berbuat dosa), maka ia kembali seperti hari ketika ia dilahirkan oleh ibunya." (HR. Bukhari).

Hadis riwayat ini menegaskan pentingnya kesucian hati sebagai prasyarat haji yang mabrur.

4. Fokus Berlebihan pada Duniawi

Alih-alih memperbanyak dzikir dan doa, sebagian calon jemaah haji malah lebih sibuk dengan gadget, kamera, dan oleh-oleh. Sikap ini menunjukkan kurangnya pemaknaan terhadap spiritualitas haji.

Seraya Rasulullah SAW bersabda:

"Ambillah manasik dariku." (HR. Muslim).

Hadis riwayat ini berarti ibadah haji setidaknya wajib dilakukan dengan menerapkan seluruh tuntunan dari Rasulullah SAW, bukan dengan gaya konsumtif atau sekadar dokumentasi perjalanan.

Sidang shalat Jumat yang dilimpahkan rezeki oleh Allah

Demikianlah khutbah pertama ini disampaikan pada sesi kesempatan ini. Maka dari itu, wahai kaum Muslimin, tolong menggunakan bulan Zulkaidah sebagai waktu muhasabah.

Pembekalan kita yang mempunyai impian untuk berangkat ibadah haji wajib memperbaiki niat, mempelajari manasik, dan membersihkan hati. Jangan sampai membiarkan kesalahan kecil sangat berpengaruh untuk menghilangkan keutamaan ibadah besar.

Tak lupa, mari kita mendoakan saudara-saudara kita yang akan berhaji tahun ini. Semoga Allah memberikan mereka haji yang mabrur, aman, dan penuh berkah.

"Ya Allah, terimalah haji mereka, jadikan mereka haji yang mabrur, dan kembalikan mereka dalam keadaan bersih dari dosa. Aamiin."

لِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛

(hap)

Sumber Referensi: Quran Kementerian Agama RI, NU Online, Buku Fiqih Manasik Haji dan Umrah oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz, dan sejumlah sumber lainnya.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:18
01:01
01:52
05:54
07:49
05:37

Viral