- Freepik.com
Wajib Tahu! Tips Lengkap Cara Merawat Alat Sholat
Sholat sudah menjadi hal wajib untuk umat muslim, di dalam agama Islam aturan menjalankan sholat harus menutupi auratnya. Batasan aurat perempuan muslimah saat melaksanakan ibadah sholat adalah seluruh anggota badan kecuali wajah dan juga kedua telapak tangan. Sedangkan batasan aurat laki-laki adalah dari mulai antara pusar sampai lutut.
Sebab itu umat muslim memerlukan perlengkapan alat ibadah untuk mengikuti anjuran agama. Mukena, sajadah, sarung dan peci atau sering dikenal dengan istilah kopeah membantu umat muslim untuk menutupi auratnya dikala pakaian yang dikenankan tidak sesuai dengan anjuran agama Islam untuk di bawa beribadah.
Umat muslim menjalankan ibadah sholat dalam sehari minimal 5 kali. Apalagi disaat bulan Ramadhan seperti ini kaum muslim melengkapi ibadahnya dengan sholat tarawih disetiap malam.
Membuat peralatan sholat semakin sering digunakan, terkadang peralatan tersebut jarang terawat dengan baik padahal kamu cukup sering memakainya. Jika kamu merawatnya dengan baik maka perlengkapan sholat akan terjaga kebersihannya, dengan demikian kegiatan beribadahpun menjadi lebih khusyu. Bagaimana kita dapat beribadah dengan nyaman apabila peralatan sholat yang dipakai bau dan kotor. Berikut tips cara merawat perlengkapan alat sholat.
Adapun Hadist Rasulullah SAW berkata untuk membersihkan segala sesuatu karena Islam dibangun atas kebersihan,
تَنَظَّفُوْا بِكُلِّ مَا اِسْتَطَعْتُمْ فَاِنَ اللهَ تَعَالَي بَنَي الاِسْلاَمَ عَلَي النَظَافَةِ وَلَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ اِلاَ كُلُّ نَظِيْفٍ
Artinya: "Bersihkanlah segala sesuatu semampu kamu. Sesungguhnya Allah ta'ala membangun Islam ini atas dasar kebersihan dan tidak akan masuk surga kecuali setiap yang bersih." (HR Ath-Thabrani)
Berikut tips cara merawat perlengkapan alat sholat.
1. Mukena
Sebenarnya mukena hanya ada di budaya Indonesia, hal ini berawal dari bentuk ‘kompromi’ Wali Songo saat menyebarkan Islam di Tanah Jawa. Ketika itu, wanita Indonesia masih mengenakan kemben sebatas dada sebagai pakaian sehari-hari mereka. Maka para wali mengajarkan penggunaan mukena yang khusus dipakai ketika salat. Setelah salat, mereka bebas mengenakan pakaian sehari-hari. Hal ini supaya Islam lebih mudah diterima masyarakat.