news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Marskus Horison dan Ragnar Oratmangoen.
Sumber :
  • Tangkapan Layar kanal Youtube Vivagoal / Antara

Kisah 6 Atlet Indonesia yang Menjadi Mualaf, Dari Lapangan Hijau hingga Arena Bulutangkis, Nomor 6 Sampai Dipanggil Wak Haji!

Dari lapangan bulutangkis, wushu, hingga Timnas Indonesia, kisah mualaf 6 atlet ini menjadi inspirasi banyak orang. Markus Horison, Cristian Gonzales, Diego Michiels
Rabu, 1 Oktober 2025 - 20:10 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Simak kisah 6 atlet indonesia yang memutuskan untuk menjadi seorang mualaf. Banyak pemain Timnas Indonesia?

Perjalanan spiritual kerap menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan seorang atlet. Di balik gemerlap panggung olahraga, ada kisah penuh refleksi tentang pencarian jati diri yang membawa beberapa atlet Indonesia pada keputusan besar: memeluk Islam. 

Tidak sedikit yang akhirnya menemukan ketenangan batin lewat mualaf, baik saat mereka masih aktif berkarier maupun setelah gantung sepatu. 

Dari lapangan bulutangkis, gelanggang wushu, hingga stadion sepak bola, kisah mereka menjadi inspirasi banyak orang tentang bagaimana iman mampu memberi arah baru dalam hidup.

Nama-nama seperti Lindswell Kwok di dunia wushu, Maria Febe Kusumastuti dari bulutangkis, hingga sederet pemain sepak bola Timnas Indonesia.

Termasuk Markus Horison, Cristian Gonzales, Diego Michiels, dan terbaru Ragnar Oratmangoen, menjadi bukti bahwa perubahan spiritual bisa hadir di titik manapun dalam perjalanan seorang atlet. 

Sebagian tetap melanjutkan karier profesional, sementara yang lain memilih fokus membangun keluarga dan kehidupan baru. Perjalanan ini bukan hanya soal prestasi di lapangan, tetapi juga tentang bagaimana mereka merajut kedamaian di hati.

1. Markus Horison: Dari Kiper Garuda Jadi Sosok Religius

Mantan penjaga gawang Timnas Indonesia, Markus Horison, resmi memeluk Islam pada 2004. Setelah menjadi mualaf, ia mengganti namanya menjadi Markus Haris Maulana. 

Mantan suami artis Kiki Amalia sekaligus legenda kiper Timnas Indonesia, Markus Horison
Sumber :
  • Kolase Tim tvOnenews

 

Keputusan besar ini diikuti dengan komitmen untuk memperdalam agama dan semakin mendekatkan diri pada ibadah. 

Markus kemudian menikah dengan Bylqis Juwita Ningsih, yang senantiasa mendukung langkah spiritualnya. Ia kini dikenal bukan hanya sebagai eks kiper tangguh, melainkan juga figur religius yang menginspirasi kalangan muda.

2. Cristian Gonzales: Striker Naturalisasi yang Rendah Hati

Striker legendaris Timnas Indonesia asal Uruguay, Cristian Gonzales, juga menempuh jalan serupa. Ia memeluk Islam pada 9 Oktober 2003, tepat sebelum menikah dengan Eva Siregar, yang menjadi sosok penting dalam perjalanannya. 

Eks pemain Timnas Indonesia Cristian Gonzales
Sumber :
  • Instagram @el_locogoliadorcg10_

 

Gonzales kemudian tetap menunjukkan dedikasi luar biasa di lapangan hijau dengan torehan gol yang membuatnya dijuluki “El Loco.” Meski terkenal garang di depan gawang lawan, Gonzales dikenal rendah hati dalam kehidupan sehari-hari serta religius setelah menjadi mualaf.

3. Diego Michiels: Titik Balik dari Penjara

Kisah mualaf Diego Michiels menjadi salah satu yang paling menyentuh. Pemain naturalisasi Timnas Indonesia ini memutuskan masuk Islam pada 2013, setelah melalui pengalaman berat ketika sempat dipenjara. 

Masih Ingat Diego Michiels? Eks Pemain Timnas Indonesia yang Kontroversi Berujung Mualaf, Kini Tampil Lebih Religius l
Sumber :
  • dok.kolase tvOnenews.com

 

Dari sana, ia menemukan makna baru dalam hidup dan mengubah namanya menjadi Diego Muhammad Bin Robbie Michiels. 

Perubahan ini bukan hanya sekadar formalitas, melainkan juga menjadi awal dari gaya hidup yang lebih disiplin dan penuh tanggung jawab, baik di dalam maupun luar lapangan.

4. Maria Febe Kusumastuti

Tak hanya dari cabang sepak bola, kisah mualaf juga datang dari dunia bulutangkis. Maria Febe Kusumastuti, mantan tunggal putri Indonesia, memeluk Islam pada 2017 setelah pensiun dari dunia profesional. 

Mantan atlet Tunggal Putri Badminton Indonesia, Maria Febe Kusumastuti punya kisah mualaf
Sumber :
  • Instagram/@mariafebe13

 

Namun, keinginan untuk menjadi mualaf sudah ada sejak ia masih aktif bertanding. Keputusan ini menambah daftar panjang atlet bulutangkis yang menempuh jalan spiritual baru setelah kariernya.

5. Lindswell Kwok: “Ratu Wushu”

Nama Lindswell Kwok tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, terutama setelah menyumbangkan medali emas di Asian Games 2018. 

Mantan atlet Wushu Indonesia Lindswell Kwok
Sumber :
  • Instagram Lindswell Kwook

 

Namun, tak lama setelah puncak prestasinya, Lindswell memutuskan pensiun dan mengejutkan publik dengan kabar keislamannya. Ia kemudian menikah dengan Achmad Hulaefi, sesama atlet wushu yang juga menjadi pendamping hidupnya. 

Perjalanan Lindswell menjadi salah satu kisah paling populer karena memperlihatkan bagaimana seorang atlet berprestasi tetap mencari jalan spiritual untuk menyeimbangkan hidupnya.

6. Ragnar Oratmangoen

Kisah terbaru datang dari Ragnar Oratmangoen, pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang juga mantap memeluk Islam. 

Pemain diaspora Timnas Indonesia, Wak Haji Ragnar Oratmangoen kembali merapat ke skuad Garuda
Sumber :
  • Instagram/@0ratmangoen

 

Keputusan ini membuat Ragnar semakin diterima oleh publik sepak bola tanah air, apalagi ia menjadi bagian penting dari Skuad Garuda dalam menghadapi kompetisi internasional. 

Kehidupan spiritualnya kini berjalan seiring dengan kariernya sebagai pesepak bola profesional yang tengah naik daun.

Jejak dan Inspirasi dari Perjalanan Mualaf Atlet

Fenomena atlet yang menjadi mualaf bukan hal baru di Indonesia, tetapi setiap kisah membawa warna yang berbeda. 

Ada yang memutuskan masuk Islam karena pengaruh pasangan, ada yang mendapat pengalaman mendalam seperti Diego Michiels, dan ada pula yang menemukan ketenangan setelah meraih puncak karier seperti Lindswell Kwok.

Kementerian Agama RI mencatat bahwa perpindahan keyakinan adalah hak pribadi yang dilindungi undang-undang, sebagaimana diatur dalam Pasal 28E ayat (1) UUD 1945 serta UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. 

Hal ini memastikan setiap individu, termasuk atlet, berhak memilih jalan spiritualnya tanpa tekanan.

Perjalanan para atlet mualaf di Indonesia menunjukkan bahwa olahraga bukan hanya soal kemenangan dan medali, tetapi juga tentang pencarian makna hidup. 

Dari Markus Horison hingga Ragnar Oratmangoen, setiap kisah memperlihatkan bagaimana Islam menjadi sumber kedamaian dan semangat baru dalam menjalani hari-hari mereka.

Mereka bukan hanya teladan di lapangan, tetapi juga inspirasi dalam hal keyakinan dan keberanian mengambil keputusan besar dalam hidup. 

Kisah-kisah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik sorak-sorai stadion dan prestasi olahraga, ada pergulatan batin yang akhirnya membawa mereka menemukan cahaya iman. (udn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:18
01:01
01:52
05:54
07:49
05:37

Viral