- Pexels/Thirdman
Segera Baca Doa Ini saat Kehilangan Sesuatu, InsyaAllah akan Diganti yang Lebih Baik
tvOnenews.com - Kehilangan sesuatu yang kita cintai, baik itu barang, harta, atau bahkan orang terkasih, memang bukan hal yang mudah.
Perasaan sedih, kecewa, hingga marah sering kali muncul tanpa bisa ditahan.
Namun dalam Islam, setiap musibah, termasuk kehilangan, sejatinya adalah ujian dan bentuk kasih sayang Allah agar manusia kembali mengingat-Nya.
- Pexels/AhsanJaya
Buya Yahya melalui penjelasannya di kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 21 Februari 2018, menguraikan bahwa dalam menghadapi kehilangan, seorang muslim dianjurkan untuk membaca doa sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Buya Yahya menjelaskan sebuah riwayat dari Ummu Salamah yang berkata, "Aku pernah mendengar Rasulullah SAW berkata: ‘Tidak ada seorang hamba yang mendapatkan musibah, kemudian dia berkata Innalillahi wainna ilaihi roji’un, lalu berkata Allahumma ajirni fii mushibati wa akhlif khairan minha, Allah akan memberikan pahala kepadanya karena musibah yang menimpanya. Dan Allah akan mengganti sesuatu yang lebih baik daripada yang ia kehilangan.’”
Menurut Buya Yahya, dari hadis tersebut dapat dipahami bahwa seseorang sebaiknya menyadari bahwa segala sesuatu yang dimiliki sejatinya adalah milik Allah.
“Suami milik Allah, istri milik Allah, anak milik Allah, orang tua milik Allah, semuanya milik Allah. Jika sewaktu-waktu diambil dan kembali kepada Allah akan wajar, karena dari Allah maka akan kembali kepada Allah,” jelas Buya Yahya.
- Pixabay
Selain itu, ketika seseorang tertimpa musibah, termasuk kehilangan sesuatu, hendaknya ia berdoa:
“Ya Allah, berikan pahala kepadaku karena musibah yang Kau timpakan kepadaku. Dan beri kami pengganti yang lebih bagus lagi.”
“Ini termasuk harta, sepeda hilang, langsung saja (berdoa) Ya Allah, sepedaku hilang Ya Allah, gantikan yang lebih bagus Ya Allah,” ujar Buya Yahya.
“Tidak harus sepeda, mungkin jadi mobil gantinya,” tambahnya.
Buya Yahya menegaskan bahwa ketika sesuatu hilang, itu adalah bentuk musibah yang datangnya dari Allah.
Misalnya ketika kehilangan dompet karena dicopet, tidak perlu marah atau mencaci maki si pencopet, sebab hal itu tidak akan mengembalikan barang yang hilang.