- Freepik
Kapan Tanggal 1 Rajab 1447 H/2025 M? Doa Menyambut, Keutamaan Puasa Rajab, dan Amalan Sunnah Lengkapnya
tvOnenews.com - Bulan Rajab merupakan salah satu bulan haram yang dinantikan oleh umat Muslim. Kehadirannya sebagai momentum terbaik untuk memperbaiki hingga meningkatkan amal dan ibadah.
Bulan Rajab identik sebagai jembatan menjadi refleksi diri dalam menyambut bulan Ramadhan. Ada banyak amalan sunnah hingga meraih keutamaan dari puasa Rajab di bulan haram ini.
Pentingnya mengetahui kapan tanggal 1 Rajab 1447 H/2025-2026 M. Hal ini sebagai momentum persiapan untuk melatih diri semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
- ANTARA/HO-Aspri/am
Kapan 1 Rajab 1446 H/2025-2026 M?
Berdasarkan dari Kalender Hijriah Indonesia 2026, tanggal 1 Rajab 1447 Hijriah jatuh pada Minggu, 21 Desember 2025. Artinya malam awal bulan Rajab setelah Maghrib pada Sabtu, 20 Desember 2025.
Hal ini sebagaimana dari pertimbangan ilmiah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menyampaikan data rukyatul hilal dan hasil hisab atau perhitungan astronomis.
Sementara BMKG menjalankan pelaksanaan rukyat atau observasi hilal dari 37 titik lokasi pemantauan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Ini menjadi peran BMKG untuk memberikan layanan metode Hisab (perhitungan astronomi) dan metode Rukyatul Hilal, salah satunya kepada Kementerian Agama (Kemenag).
Masyarakat Indonesia bisa memantau secara daring atau lewat siaran langsung disajikan BMKG setiap bulannya melalui laman resmi https://hilal.bmkg.go.id/ atau klik di sini.
Berdasarkan hasil terbitan dari Ditjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag RI mengenai Kalender Hijriah Indonesia 2026, penetapan 1 Rajab 1447 Hijriah jatuh pada Minggu, 21 Desember 2025.
Sementara dari versi Muhammadiyah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KGHT), penetapan tanggal 1 Rajab 1447 Hijriah tidak memiliki perbedaan karena jatuh pada Minggu, 21 Desember 2025.
Doa Menyambut Bulan Rajab
Rasulullah SAW biasanya menggetarkan doa saat menyambut bulan Rajab. Hal ini sebagai bentuk permohonan agar mendapatkan keberkahan di bulan Rajab dan Sya'ban.
Dilansir dari buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, berikut bacaan doa menyambut bulan Rajab dan bulan Sya'ban disertai tulisan Arab, latin, dan artinya:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Bacaan Latin: Allâhumma bârik lanâ fî rajaba wasya’bâna waballighnâ ramadlânâ.
Artinya: "Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan."
Keistimewaan dari bacaan doa ini sebagai amalan sunnah menyambut bulan Rajab yang dianjurkan saat memasuki bulan Rajab. Hal tersebut telah diterangkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari, begini bunyinya:
إِنَّ نَبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ قَالَ: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Bacaan Latin: Inna nabiyya sallallahu 'alayhi wa sallam kaana idza dakhala rajab qaala: Allahumma baarik lanaa fii rajab, wa sya'baan, wa ballighnaa ramadhaan.
Artinya: "Sesungguhnya, Nabi SAW apabila memasuki bulan Rajab, beliau berdoa, 'Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan." (HR. Bukhari).
Mengenal Puasa Rajab
Diketahui, bulan Rajab masuk dari empat bulan haram. Berdasarkan dalil Al-Quran dari Surat At-Taubah Ayat 36, Allah SWT berfirman:
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauhulmahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa." (QS. At-Taubah, 11:36).
Melalui ayat ini, orang mukmin yang mempertebal amalan akan mendapatkan pahala dilipatgandakan oleh Allah. Sementara jumlah segala perbuatan dosa juga akan dilipatgandakan oleh-Nya.
Puasa Rajab merupakan bagian dari puasa sunnah di bulan Rajab. Anjuran melaksanakan amalan ini akan mendapatkan kemuliaan.
Merujuk dari kitab Ihya 'Ulumuddin, juz 3, hal 431-432, karya Imam Al-Ghazali, pelaksanaan puasa Rajab tidak dikerjakan satu bulan penuh, tetapi terletak di hari-hari tertentu.
Khawatirnya jika puasa Rajab berlangsung selama satu bulan penuh, maka akan menyerupai puasa Ramadhan. Ada hari yang memiliki keutamaannya lebih besar, seperti hari Ayyamul Bidh jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.
Berdasarkan kalender Hijriah Tahun 2026, Puasa Ayyamul Bidh terletak pada hari Jumat, 2 Januari hingga Minggu, 4 Januari 2026.
Selain Puasa Ayyamul Bidh, puasa sunnah di bulan Rajab 1447 H juga jatuh pada puasa Senin dan Kamis. Tanggal dari amalan ini terletak pada (22, 25, dan 29 Desember 2025), dan (1, 5, 8, 12, 15, dan 19 Januari 2026).
Merujuk dari Buku Pintar Agama Islam untuk Pelajar oleh Muhammad Syukron Maksum, bacaan niat puasa Rajab sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرٍ رَجَتْ سُنَّةَ اللَّهِ تَعَالَى
Bacaan Latin: Nawaitu shauma syahri rajab sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat puasa bulan Rajab, sunnah karena Allah ta'ala."
Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya 'Ulumuddin menyajikan keutamaan dari puasa Rajab, hadis riwayat yang mencakup sebagai berikut:
صوم يوم من شهر حرام أفضل من ثلاثين من غيره وصوم يوم من رمضان أفضل من ثلاثين من شهر حرام
Artinya: "Satu hari berpuasa pada bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab), lebih utama dibanding berpuasa 30 hari pada bulan selainnya. Satu hari berpuasa pada bulan Ramadhan, lebih utama dibanding 30 hari berpuasa pada bulan haram."
Selain itu, siapa yang melaksanakan puasa tiga hari di bulan haram seperti bulan Rajab, hari Jumat, dan Sabtu akan memperoleh pahala dilipatgandakan oleh-Nya.
Keutamaan dari puasa Rajab lainnya akan mendapatkan minuman dari sungai surga hingga terhindar dari siksa api neraka.
Amalan Sunnah di Bulan Rajab
Merujuk dari buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, setidaknya umat Muslim mengencangkan beberapa amalan sunnah yang dianjurkan di bulan Rajab sebagai berikut:
- Membaca doa memasuki bulan Rajab
- Mengerjakan puasa sunnah
- Memperbanyak bacaan tasbih dan dzikir
- Membaca doa pagi dan sore
- Memperbanyak istighfar
- Memperbanyak shalat sunnah
- Memperbanyak sedekah.
(hap)