- Freepik
Ustaz Adi Hidayat Ungkap Dzikir setelah Shalat Selama di Bulan Rajab, Arahkan Baca Doa Nabi Adam AS
Ia menyampaikan salah satu cara yang sukses saat menggetarkan Doa Nabi Adam AS setiap setelah shalat di bulan Rajab. Tetesan air mata saat berdoa sebagai tanda mendapat ampunan dari Allah SWT.
"Dan gugur perbuatan buruk yang pernah kita lakukan. Perhatikan rahmat Allah diturunkan. Diturunkanlah waktu-waktu yang istimewa, tempat-tempat yang istimewa, ada momentum yang istimewa diturunkan oleh Allah SWT untuk mewujudkan harapan yang kita inginkan," terangnya.
Keutamaan Dzikir di Bulan Rajab
Ia memaparkan salah satu waktu terbaik menggetarkan dzikir terletak di bulan Rajab. Keutamaan besar amalan ini dapat menggugurkan segala dosa sebelumnya.
"Bahkan bisa merubah perilaku kita jadi lebih baik adalah bulan Rajab. Saking pentingnya bulan Rajab ini, Allah sampai menurunkan satu ayat untuk menyandingkan keutamaannya dengan bulan-bulan haram lain, serta Nabi sampai meminta kita untuk meningkatkan ibadah," ucapnya.
Bulan Rajab sebagai pembuka dari semua bulan kebaikan. Dalam beberapa hadis riwayat, Rajab berada di posisi pertama untuk menemukan kebaikan.
"Dari 12 bulan ada 5 bulan yang sangat istimewa. Sifatnya berurutan ada Sya'ban, Ramadhan, Syawal, Dzulqa'dah, Dzulhijjah. Pintunya itu Rajab," tegasnya.
UAH mencontohkan seluruh amalan dikerjakan di bulan selain Rajab. Jika gagal di bulan Rajab, maka akan sulit melipatgandakan pahala dan menghapus segala dosa.
"Ulama-ulama mengatakan, kalau pun kita nggak dapat Ramadhan, minimal Rajabnya dapat, karena itu pintunya," bebernya.
Menukil dari Surat At-Taubah Ayat 36 mengenai empat bulan haram termasuk bulan Rajab, Allah SWT berfirman:
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ