- Dok. bfi.mk
Doa dan Amalan Bulan Rajab agar Rezeki Lancar serta Diberi Keberkahan Hidup
tvOnenews.com - Bulan Rajab dikenal sebagai salah satu bulan mulia dalam kalender hijriah. Di bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan saleh dan doa agar memperoleh keberkahan hidup serta rezeki yang lancar.
Banyak ulama menyebut Rajab sebagai syahrullah atau bulannya Allah, karena di bulan ini pahala amal kebaikan dilipatgandakan dan menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta.
Ustaz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan bahwa kunci kelancaran rezeki tidak hanya terletak pada usaha duniawi, tetapi juga pada kebersihan hati dan ketulusan dalam menghadapi cobaan.
Dalam salah satu ceramahnya, UAH mengatakan bahwa seseorang harus melapangkan hatinya ketika mendapat ujian hidup.
“Kata Allah, lapangkan hatimu. Makanya kalau lapang, seberat apa pun beban akan terasa ringan. Termasuk beban yang membuat pundakmu berat seperti angkat beban,” ujar Ustaz Adi Hidayat.
Ia menambahkan bahwa dalam Al-Qur’an dijelaskan tentang orang-orang yang menanggung beban hidup begitu berat hingga merasa pusing dan kehilangan semangat.
“Itu dilukiskan dalam Al-Qur’an, ada orang yang menanggung beban kehidupan saking beratnya dari kepala pusing sampai kaki lunglai,” lanjutnya.
Namun, menurut UAH, seseorang yang memiliki hati lapang akan mampu menghadapi semua ujian dengan ringan.
"Kalau hatinya lapang, itu akan terasa ringan. Makanya ingat, bukankah dulu aku berikan yang baik-baik, kalau sedang susah, ingatlah masa senangmu,” ujarnya memberi nasihat.
Lebih lanjut, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa salah satu cara untuk melapangkan hati dan mendatangkan rezeki adalah dengan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
“Wasilah pertama adalah mendekat kepada Allah. Bagaimana caranya? Dengan meningkatkan ibadah, tingkatkan takwamu kepada Allah. Dengan meningkatkan takwa, akan diringankan persoalanmu, rezekimu,” jelasnya.
Menurutnya, takwa memiliki berbagai bentuk amalan yang bisa dilakukan sehari-hari seperti salat, puasa, zikir, dan sholawat.
“Mulai sekarang yang tadinya hanya salat fardhu, tambahkan tahajud, dhuha, syuruq, dan rawatib. Kalau Allah berjanji pasti ditepati, kerjakan saja, nanti lihat apa yang terjadi pada diri Anda,” tegas UAH.