- Freepik
Tafsir Juz Amma Surat Al-Ikhlas Penjelasan Ustadz Dr. Firanda Andirja
Qul huwallahu ahad, Allahush shamad, lam yalid wa lam yulad, wa lam yakun lahu kufuwan ahad.
Empat ayat ini, menurut Ustadz Firanda, merupakan penjelasan ringkas namun sangat kuat tentang tauhid dan sifat-sifat Allah SWT.
Makna Sepertiga Al-Qur’an
Ustadz Firanda juga menjelaskan mengapa Surat Al-Ikhlas disebut setara dengan sepertiga Al-Qur’an.
Hal ini bukan berarti membaca Al-Ikhlas tiga kali sama dengan khatam Al-Qur’an, melainkan karena kandungannya mencakup salah satu dari tiga pokok utama Al-Qur’an, yaitu pembahasan tentang sifat-sifat Allah.
Dua pokok lainnya adalah hukum-hukum syariat dan kisah-kisah umat terdahulu. Karena Surat Al-Ikhlas secara khusus membahas tauhid dan sifat Allah, maka nilainya sangat agung.
Sering Dibaca Rasulullah SAW
Surat Al-Ikhlas juga termasuk surat yang paling sering dibaca Rasulullah SAW, baik dalam shalat sunnah, shalat witir, dzikir pagi dan petang, hingga sebelum tidur.
Hal ini menjadi pengingat agar kaum Muslimin senantiasa memperbarui tauhid dan keimanan kepada Allah SWT.
Inti Ajaran Tauhid
Melalui Surat Al-Ikhlas, Allah menegaskan bahwa Dia Maha Esa, tidak membutuhkan apa pun, tidak beranak dan tidak diperanakkan, serta tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya.
Inilah inti ajaran tauhid yang membedakan Islam dengan keyakinan-keyakinan batil lainnya.
Ustadz Firanda menekankan bahwa surat ini menjadi bantahan tegas terhadap keyakinan yang menyekutukan Allah atau menyandarkan sifat-sifat makhluk kepada-Nya.
Dengan memahami tafsir Surat Al-Ikhlas, diharapkan umat Islam tidak hanya rajin membacanya, tetapi juga semakin kokoh dalam tauhid dan keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.