- tvOnenews.com/Hilal Aulia Pasya
Kata Aa Gym soal Islamophobia Jadi Kekhawatiran Pembangunan Islamic Centre Indonesia di Melbourne Australia
Kata Aa Gym, hal itu tidak akan menjadi penghambat selama tujuan perluasan dakwah lewat Kota Melbourne, dilakukan dengan cara positif.
"Bukan masalah Islamofobia itu. Yang jadi masalah, kita membantu mereka paham (agama Islam) atau tidak, kita jadi contoh Islam yang baik atau tidak begitu," katanya.
Pendapat Aa Gym soal Komunitas Muslim Indonesia Bangun Islamic Centre di Melbourne
- tvOnenews.com/Hilal Aulia Pasya
Aa Gym berbagi pendapat terkait rencana pembangunan tersebut. Ia sangat mendukung dengan gebrakan dari Komunitas Muslim Indonesia di Victoria bagian Australia, yang ingin menghadirkan adanya Islamic Centre di Kota Melbourne.
"Sangat bahagia, sangat bersyukur Allah memberikan jalan karena yang membolak-balik hati adalah Allah," kata Aa Gym.
Menurutnya, pembelian gedung bekas kantor polisi Laverton meski dari hasil lelang sebagai pencapaian terbaik. Ia tidak menyangka kantor polisi akan berubah menjadi masjid dan pusat dakwah Muslim di Australia.
"Bayangkan kantor polisi dijual jadi masjid, ini sebuah sejarah baru. Oleh karena itu, ini harus disikapi bukan minta sumbangan, tetapi menginformasikan adanya ladang amal," jelasnya.
Pendakwah berusia 63 tahun ini berharap pembangunan Islamic Centre digagas Komunitas Muslim Indonesia di Australia, harus mendapat dukungan dari masyarakat Indonesia.
"Harusnya masyarakat melihat ini tuh menjadi kesempatan besar supaya mendapatkan pahala amal jariyah yang melimpah," pesannya.
Aa Gym bersyukur langkah baik dari Komunitas Muslim Indonesia untuk membangun pusat dakwah di Kota Melbourne, mendapat sambutan dan antusias besar bagi umat Muslim di Australia.
Sementara, Presiden IMCW, Andri Nursafitri mengatakan, pembelian hasil lelang gedung kantor polisi Laverton itu telah berlangsung pada Desember 2025 lalu. Pasalnya, jarak gedung tersebut hanya 150 meter dari Masjid Baitul Makmur di Melbourne, Australia.
Andri mengatakan, pihaknya telah membeli gedung itu dari hasil lelang sebesar Rp14 miliar. Adapun tenggat waktu untuk melunasi pembelian gedung kantor polisi itu hanya sampai Maret 2026.