- Canva @PutriRani
Mengapa Rasulullah SAW Anjurkan Perbanyak Puasa Sunnah di Bulan Syaban? Begini Penjelasan dari Ulama
tvOnenews.com - Sebentar lagi akan memasuki bulan Syaban, bulan kedelapan dalam kalender Hijriah ini memiliki banyak keutamaan yang bisa didapatkan umat muslim.
Sejumlah pendapat mengatakan bahwa puasa sunnah tidak boleh dikerjakan banyak-banyak.
Sementara itu, pendapat lain menerangkan puasa sunnah menjadi amalan yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan di bulan Syaban.
Dalam satu ceramahnya, Ustaz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan hadits riwayat yang meluruskan perbedaan pandangan tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam mengamalkan puasa sunnah di bulan Syaban.
Menurut UAH, pada hakikatnya puasa sunnah di bulan Syaban bertujuan sebagai latihan dan persiapan diri dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
"Setiap insan mengharapkan kebaikan dalam hidupnya, dan Allah SWT memberikan banyak kesempatan," ungkap UAH dalam suatu kultumnya dinukil dari kanal YouTube Adi Hidayat Official, Jumat (31/1/2025).
Anjuran menjalankan puasa sunnah ini pada dasarnya mengingatkan bahwa bulan Syaban termasuk bulan yang istimewa, meski sering terabaikan oleh banyak orang.
Dalam riwayat Usamah bin Zaid Radhiyallahu ‘Anhu disebutkan adanya hadits yang menjelaskan kelalaian manusia terhadap bulan Syaban, Rasulullah SAW bersabda:
"Bulan Syaban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan." (HR. An Nasa'i)
- Tangkapan Layar YouTube Adi Hidayat Official
Syaikh Al Albani menilai hadits tersebut berstatus hasan, yang menegaskan bahwa keutamaan bulan Syaban tidak patut dipandang remeh. Terdapat banyak hikmah yang dapat diraih apabila bulan ini dimanfaatkan dengan baik.
Salah satu pendapat yang paling banyak diyakini menyebutkan bahwa puasa sunnah di bulan Syaban berfungsi sebagai sarana melatih diri sebelum memasuki ibadah puasa Ramadhan.
Redaksi hadits tersebut juga menegaskan bahwa amalan dan ibadah sunnah sebaiknya diperbanyak pada bulan Syaban, terutama dalam bentuk puasa sunnah.
Selain itu, terdapat pula riwayat hadits lain yang menguatkan anjuran pelaksanaan puasa sunnah, Rasulullah SAW bersabda: