- Pexels/timur-weber
21 Hari Menuju Ramadhan 2026: Sejak Umur Berapa Anak Harus Diajari Puasa?
tvOnenews.com - Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah diperkirakan akan dimulai pada 19 Februari 2026, berdasarkan kalender Hijriah yang dirilis Kementerian Agama RI.
Artinya, umat Islam kini tinggal menghitung hari untuk menyambut bulan penuh keberkahan tersebut.
Menjelang Ramadhan, berbagai persiapan mulai dilakukan, tak hanya soal ibadah pribadi, tetapi juga pendidikan agama bagi anak-anak sejak dini.
Salah satu pertanyaan yang kerap muncul di kalangan orang tua adalah: sejak usia berapa anak sebaiknya mulai diajari puasa?
Untuk menjawab hal ini, penjelasan Buya Yahya menjadi rujukan penting agar orang tua tidak keliru dalam mendidik, sekaligus tetap mengedepankan kebijaksanaan dan kasih sayang.
- Pexels/Hamza Awan
Usia Tamyiz, Titik Awal Pendidikan Ibadah Anak
Dalam penjelasannya yang dikutip dari YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menerangkan tentang konsep usia tamyiz, yaitu usia sekitar 7 tahun.
Pada usia ini, anak umumnya sudah mampu membedakan yang baik dan buruk, bisa makan dan minum sendiri, serta mulai belajar mandiri dalam keseharian.
Usia tamyiz juga menjadi fase penting dalam pendidikan ibadah. Rasulullah SAW, dalam haditsnya, menganjurkan agar anak mulai diajari shalat sejak usia tersebut.
"Jadi tujuh tahun itu sudah mulai diajari shalat, biar pun shalatnya masih miring sana dan miring sini," ujar Buya Yahya.
- freepik
Tanggung Jawab Orang Tua dalam Mengajarkan Shalat
Buya Yahya menegaskan bahwa meskipun anak usia 7 tahun belum memiliki kewajiban shalat secara syariat, tanggung jawab itu justru berada di pundak orang tua.
Anak perlu dibiasakan, termasuk dibangunkan untuk shalat Subuh, meski sering kali masih mengantuk atau belum sempurna dalam gerakannya.
Menurutnya, orang tua harus bersikap tegas namun tetap bijak. Jika anak sulit bangun Subuh, itu bukan alasan untuk membiarkannya terus tidur.
Pembiasaan sejak dini akan membentuk karakter ibadah anak di masa depan.
"Kalau ada ibunya tidak pernah membangunkan pagi untuk shalat, dosa bagi ibu," ujar Buya Yahya.
Ia menekankan bahwa kesalahan bukan pada anak yang masih belajar, melainkan pada orang tua yang lalai mengajarkan.
- dok.ilustrasi freepik
Sejak Kapan Anak Mulai Diajari Puasa?
Selain shalat, Buya Yahya menyebut bahwa anak juga sudah perlu diperkenalkan dengan ibadah puasa sejak usia 7 tahun atau sebelum baligh.
Namun, ia menegaskan bahwa puasa untuk anak tidak boleh dipaksakan seperti orang dewasa.
"Bukan saja kewajiban shalat, tapi kewajiban yang lainnya seperti puasa," kata Buya Yahya.
"Cuma puasanya jangan dipaksa sehari penuh, semampunya saja," sambungnya.
Karena itu, jika anak belum kuat menjalani puasa penuh, orang tua boleh mengajarinya secara bertahap sesuai kemampuan fisiknya.
Puasa Setengah Hari, Bagian dari Proses Belajar
Di tengah masyarakat, sudah lazim anak-anak menjalani puasa setengah hari, misalnya sampai waktu dzuhur.
Buya Yahya menjelaskan bahwa secara syariat memang tidak ada istilah puasa sampai dzuhur.
Namun, bagi anak-anak yang sedang belajar, hal tersebut tetap diperbolehkan sebagai bagian dari proses pendidikan.
Yang terpenting bukan durasinya, melainkan semangat dan pembiasaan ibadah yang ditanamkan sejak dini.
- Pexels/Sfean Zaben
Tidak Hanya Puasa dan Shalat
Buya Yahya juga mengingatkan bahwa pendidikan agama anak tidak berhenti pada shalat dan puasa saja.
Anak usia 7 tahun sudah seharusnya mulai diajari membaca Al-Quran serta dibiasakan untuk menutup aurat sesuai tuntunan agama.
Dengan pendidikan yang bertahap, penuh kesabaran, dan konsisten, orang tua diharapkan mampu menyiapkan anak-anak yang tidak hanya kuat secara fisik menjalani puasa Ramadhan, tetapi juga matang secara spiritual ketika dewasa kelak. (gwn)