Pagar Alam, tvOnenews.com - Suasana rapat dengar pendapat antara Guru honorer dan DPRD Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, berlangsung haru.
Sejumlah guru tampak tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan keluhan dan perjuangan mereka selama bertahun-tahun mengabdi tanpa kepastian status kepegawaian.
Rapat tersebut menjadi wadah bagi para tenaga pendidik honorer untuk menyuarakan berbagai kesulitan yang mereka hadapi, mulai dari penghasilan terbatas hingga ketidakjelasan masa depan sebagai guru di sekolah negeri.
Berdasarkan laporan dari sejumlah sumber, sedikitnya 153 guru honorer dari jenjang TK, SD, hingga SMP mendatangi DPRD Kota Pagar Alam untuk menuntut kepastian status dan perlindungan kerja.
Mereka juga menyampaikan kekhawatiran terkait kemungkinan dikeluarkan dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik), yang dapat memengaruhi peluang mereka mengikuti seleksi ASN maupun PPPK.
Pertemuan tersebut diterima langsung oleh pimpinan DPRD, Dinas Pendidikan, serta perwakilan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) setempat.
Para guru berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah agar pengabdian mereka di dunia pendidikan mendapat penghargaan yang layak.
DPRD Kota Pagar Alam menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi para guru honorer dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait sesuai ketentuan yang berlaku.
Rapat dengar pendapat ini menambah daftar panjang perjuangan guru honorer di berbagai daerah yang masih menunggu kejelasan status dan peningkatan kesejahteraan.