- tvonenews
Sudah Pernah Berhaji, Apakah Wajib Dipanggil Pak Haji atau Bu Hajjah?
“Setan menggoda, merusak hati kita. Sebab ibadah yang andalannya tanda orang kaya hanya ibadah haji saja, pakai duit banyak, luar negeri, pesawat,” ungkapnya.
Jika Tidak Dipanggil, Jangan Gelisah
Menariknya, Buya Yahya justru memberi penekanan kuat kepada orang yang sudah berhaji agar menjaga hati jika tidak dipanggil “Pak Haji”.
“Kalau Anda tiba-tiba sudah haji, nggak dipanggil Pak Haji, yang nyantai. Jangan bilang ‘saya sudah haji’,” pesannya.
Ia bahkan menyinggung fenomena di masyarakat ketika gelar haji dianggap begitu penting hingga memengaruhi hal-hal sepele.
“Itu kartu undangan bisa dirombak gara-gara nggak ada Pak Hajinya,” ujar Buya Yahya sambil mengingatkan agar umat tidak terjebak pada simbol.
Menurutnya, esensi haji bukan pada gelar, melainkan pada perubahan hati dan akhlak.
“Menjaga hati itu penting. Jangan marah, jangan gelisah, jangan sedih kalau tidak dipanggil Pak Haji,” katanya.
Menjaga Dua Hati Sekaligus
Buya Yahya menutup penjelasannya dengan pesan keseimbangan antara menjaga hati orang lain dan menjaga hati sendiri.
“Kita jaga hati orang agar tidak sakit, dan jaga hati kita agar tidak sombong,” tuturnya.
Artinya, memanggil “Pak Haji” boleh saja sebagai bentuk penghormatan dan tradisi.
Namun, bagi yang dipanggil, jangan sampai panggilan itu menjadi sumber kesombongan.
Dan bagi yang tidak memanggil, pastikan bukan karena iri atau dengki. (gwn)