news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi shalat Dhuha.
Sumber :
  • Pexels/Thirdman

Mulai Konsistenkan Shalat Dhuha Yuk! Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Rinci Manfaat dan 3 Pembagian Waktu Dhuha

Yuk mulai konsistenkan shalat Dhuha, begini penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang manfaat dan 3 pembagian waktu Dhuha.
Jumat, 6 Februari 2026 - 05:30 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Di tengah kesibukan pagi yang sering kali dipenuhi target, pekerjaan, dan rutinitas duniawi, banyak orang lupa bahwa ada satu amalan ringan namun penuh keistimewaan, yaitu shalat Dhuha

Shalat sunnah ini kerap dianggap sepele karena tidak wajib, padahal jika dikerjakan secara istiqamah, dampaknya sangat besar bagi kehidupan seorang Muslim.

Tak sedikit orang hanya mengerjakan shalat Dhuha sesekali, ketika sempat atau saat sedang membutuhkan sesuatu. 
Padahal, menurut para ulama, nilai shalat Dhuha justru terletak pada konsistensi dan keikhlasan. 

Hal inilah yang kemudian dijelaskan oleh Ustaz Adi Hidayat dalam salah satu kajiannya. 

Ia memaparkan betapa spesialnya shalat Dhuha jika dikerjakan secara rutin, sekaligus menjelaskan pembagian waktu Duha beserta keutamaannya.

Ilustrasi shalat Dhuha
Sumber :
  • Pexels/michael burrows

Tiga Waktu Shalat Dhuha dan Keistimewaannya

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa waktu shalat Dhuha tidak hanya satu, melainkan terbagi menjadi tiga bagian utama. 

Masing-masing memiliki keutamaan dan fungsi tersendiri bagi yang mengerjakannya.

1. Awal Dhuha: Pahala Setara Haji dan Umrah

Waktu pertama adalah awal Dhuha, yang dimulai sekitar satu setengah jam setelah shalat Subuh. 

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan dengan gambaran waktu yang mudah dipahami.

“Dhuha dibagi tiga, awal Dhuha itu kurang lebih satu jam setengah setelah shalat subuh. Subuh sekarang bisa setengah lima, maka 06.00 muncul awal Dhuha namanya syurug, jadi abis shalat subuh dzikir dulu Doa dulu dikir dulu belajar dulu tafsir dulu setelah itu muncul syurug, dia Shalat dua rakaat, itu pahala shalatnya senilai Haji dan umrah,” jelasnya.

Penjelasan ini menunjukkan betapa besarnya keutamaan shalat Dhuha di awal waktu. 

Setelah menunaikan Subuh, seorang Muslim dianjurkan untuk tetap berada dalam suasana ibadah dengan berdzikir, berdoa, dan menuntut ilmu. 

Ketika matahari mulai terbit sempurna (syurug), lalu dilanjutkan dengan dua rakaat shalat Dhuha, maka pahala yang dijanjikan sangat luar biasa.

2. Pertengahan Dhuha: Pengganti Dzikir dan Penolak Musibah

Waktu kedua adalah pertengahan Dhuha, yang menurut Ustaz Adi Hidayat berada sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 pagi.

Pada waktu ini, shalat Dhuha dikerjakan sebanyak dua hingga empat rakaat.

“Pertengahan Dhuha, sekitar jam 09.00 10.00 jumlahnya dua sampai empat rakaat, apa fungsinya? Satu, mengganti seluruh zikir yang ada dalam tubuh kita, mata berzikir, telinga berdzikir, lisan berdzikir, bisa diganti dengan dua rakaat Dhuha,” jelasnya.

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa shalat Dhuha di waktu ini memiliki fungsi sebagai pengganti dzikir anggota tubuh. 

Mata yang melihat, telinga yang mendengar, dan lisan yang berbicara sepanjang aktivitas pagi, semuanya dapat “dibayar” dengan dua rakaat shalat Dhuha.

Tidak hanya itu, Ustaz Adi Hidayat juga mengungkap manfaat lain yang sangat menarik, yakni sebagai bentuk perlindungan dari musibah umum.

“Yang kedua, bisa menghambat atau menghentikan, menahan, satu musibah umum. Misal ada kebanjiran atau macet, orang-orang kena macet, bapak yang biasa shalat Dhuha pertengahan itu tiba-tiba ditolong oleh Allah, dibebaskan tiba-tiba ada orang datang, pak lewat sini, di sana macet,” ungkapnya.

Penjelasan ini memberi gambaran bahwa pertolongan Allah bisa datang dengan cara yang tidak disangka-sangka, khususnya bagi mereka yang membiasakan diri menjaga shalat Dhuha.

3. Akhir Dhuha: Mempermudah Datangnya Rezeki

Waktu terakhir adalah akhir Dhuha, yang berada sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 siang. 

Pada waktu ini, shalat Dhuha dapat dikerjakan minimal dua rakaat, bahkan bisa ditambah hingga empat atau delapan rakaat.

“Yang terakhir adalah akhir Dhuha sekitar 10.00 sampai 11.00, jumlahnya dari dua, bisa 4-8 rakaat. Di antara manfaatnya bisa mempermudah datangnya Rezeki dengan izin Allah subhanahuwata'ala ketika ikhtiar,” ujar Ustaz Adi Hidayat.

Ustaz Adi Hidayat menekankan bahwa shalat Dhuha bukan pengganti usaha, melainkan penguat ikhtiar. 

Dengan shalat Dhuha, seseorang tetap bekerja, berusaha, dan berjuang, namun disertai dengan tawakal dan doa kepada Allah SWT.

Istiqamah yang Mengubah Hidup

Dari penjelasan Ustaz Adi Hidayat tersebut, terlihat jelas bahwa shalat Dhuha bukan sekadar shalat sunnah biasa.

Setiap waktunya memiliki nilai dan manfaat yang berbeda, baik untuk urusan ibadah, ketenangan batin, perlindungan dari musibah, hingga kelancaran rezeki.

Namun, yang paling ditekankan adalah istiqamah. Bukan soal banyaknya rakaat atau panjangnya doa, melainkan kebiasaan menjaga shalat Dhuha dalam kehidupan sehari-hari. (gwn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:43
16:23
04:15
50:38
04:41
10:49

Viral