news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi suami nonton blue film.
Sumber :
  • Pexels/Karolina Grabowska

Sudah Punya Istri tapi Suami Masih Gemar Onani dan Menonton Blue Film, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Seorang laki-laki sudah punya istri tapi masih gemar onani dan menonton blue fillm, bagaimana hukumnya dalam Islam? Simak penjelasan Buya Yahya berikut ini.
Kamis, 12 Februari 2026 - 01:29 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Dalam kehidupan rumah tangga, tidak semua persoalan selalu tampak di permukaan. 

Ada masalah yang jarang dibicarakan, namun diam-diam mengusik ketenangan hubungan suami istri

Salah satunya adalah kebiasaan sebagian orang yang masih terjerumus dalam perilaku yang tidak semestinya, meskipun telah memiliki pasangan halal.

Tak sedikit istri yang merasa bingung, kecewa, bahkan terluka ketika mengetahui suaminya masih gemar melakukan onani atau menonton blue film. 

Di sisi lain, ada pula suami yang sebenarnya sadar bahwa kebiasaan tersebut tidak baik, tetapi merasa sulit menghentikannya. 

Dari sinilah muncul pertanyaan yang cukup sensitif namun penting untuk dibahas: sudah punya istri, tapi suami masih gemar onani dan menonton blue film, bagaimana hukumnya dalam Islam?

Ilustrasi menonton video pornografi
Sumber :
  • Unsplash/Cai Fang

Persoalan ini pernah dijelaskan secara tegas oleh Buya Yahya

Dalam salah satu kajiannya, Buya Yahya menekankan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyadari kesalahan dan memperbanyak istighfar.

"Pertama banyak istighfar. Itu adalah sebuah kesalahan, istighfar yang banyak agar bersih. Istighfar, sesali itu dosa, karena waktu Anda bertanya itu sendiri karena Anda menyadari kalau tidak baik dan tidak benar," ujar Buya Yahya, dilansir dari kanal YouTube Al-Bahjah TV.

Buya Yahya mengingatkan bahwa rasa gelisah dan pertanyaan yang muncul dalam hati justru menjadi tanda baik, karena menunjukkan adanya kesadaran. 

Kebiasaan tersebut bukan sesuatu yang patut dianggap remeh, melainkan perbuatan yang harus disesali dan ditinggalkan.

Ia juga menjelaskan bahwa sering kali seseorang terjatuh bukan semata karena syahwat, melainkan karena lemahnya benteng diri.

Ilustrasi Menonton
Sumber :
  • Freepik

Lebih jauh, Buya Yahya menyoroti bahaya menonton film-film yang tidak pantas. 

Menurutnya, dampaknya bukan hanya persoalan dosa, tetapi juga kerugian psikologis dan keharmonisan rumah tangga.

Ketika seseorang terbiasa melihat hal-hal yang tidak nyata, pikirannya akan dipenuhi gambaran semu. 

Akibatnya, pasangan halal yang ada di hadapan justru bisa terasa kurang di mata pelakunya.

"Masalah melihat film-film semacam itu merugikan diri sendiri. Karena akan menjadikan seseorang memasuki alam khayal, alam yang tidak nyata," ujarnya.

"Akhirnya apa? Kalau sering menonton yang demikian itu menjadi sebab dia tidak akan bersemangat dengan istrinya, ini kerugian yang paling besar," tambahnya.

Buya Yahya menegaskan bahwa menjaga pandangan adalah bagian penting dari pendidikan Al-Quran. 

Mata yang terbiasa dengan keharaman akan kehilangan kemampuan menikmati keindahan yang halal.

"Kalau matanya sudah dihiasi dengan keharaman maka yang halal menjadi tidak enak, tidak indah lagi. Ini bahayanya," tegas Buya Yahya.

Ilustrasi Suami Istri
Sumber :
  • Istockphoto

Buya Yahya juga mengingatkan anggapan keliru yang kadang beredar di masyarakat, bahwa menonton film porno bersama pasangan bisa membangkitkan keharmonisan.

Dampak buruknya, seseorang bisa mulai membandingkan pasangannya dengan apa yang dilihat, lalu merasa tidak puas dengan yang halal.

Inilah yang dinilai sangat berbahaya bagi keutuhan rumah tangga.

Terkait onani, Buya Yahya memberikan penjelasan hukum yang sangat jelas.

"Jika seorang suami mengeluarkan mani dengan tangannya sendiri maka hukumnya haram," kata Buya Yahya.

Namun beliau juga menjelaskan adanya perbedaan ketika hal tersebut melibatkan pasangan yang sah:

"Kalau seorang suami mengeluarkan air mani dengan tangan istrinya, tidak haram," lanjutnya.

Pesan penting yang ingin ditekankan adalah bahwa syahwat bukanlah musuh. 

Syahwat adalah ciptaan Allah, tetapi harus disalurkan melalui cara yang benar dan terhormat.

"Sebetulnya syahwat Anda enggak ada masalah. Yang menjadi masalah, Anda mengundang syahwat di saat tidak ada pelampiasan," katanya.

Buya Yahya mengingatkan, syahwat yang datang secara alami relatif mudah dikendalikan. Yang berbahaya adalah syahwat yang sengaja diundang melalui tontonan dan rangsangan yang diharamkan.

Sebagai solusi, ia menekankan pentingnya komunikasi dengan pasangan serta upaya serius menjauhi sumber kebiasaan buruk tersebut.

"Anda berkomunikasi dengan istri Anda. Pertama Anda harus menjauh dari film kotor itu," kata Buya Yahya.

Dan bagi siapa pun yang merasa telah terlanjur memiliki kebiasaan buruk, Buya Yahya menutup dengan pesan penuh harapan.

"Allah Maha Pengampun, ayo kita kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala."

Pada akhirnya, persoalan ini bukan sekadar hukum halal dan haram, tetapi tentang menjaga kemuliaan diri, kehormatan pasangan, dan kebersihan hati. 

Rumah tangga yang sakinah bukan hanya dibangun dengan cinta, tetapi juga dengan kemampuan menahan diri dari hal-hal yang merusak. (gwn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:40
03:36
01:00
01:21
03:05
02:53

Viral