news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi puasa.
Sumber :
  • Pexels/ Gül Işık

H-6 Ramadhan 2026: Niat Puasa Harus Dilafalkan atau Cukup di Dalam Hati?

H-6 Ramadhan 2026: apakah niat puasa harus dilafalkan atau cukup di dalam hati saja? Simak penjelasan Imam Besar Masjidil Haram, Syekh Abdurrahman as-Sudais.
Jumat, 13 Februari 2026 - 01:25 WIB
Reporter:
Editor :

Lalu, apakah niat tersebut harus diucapkan?

Syekh Abdurrahman as-Sudais menegaskan bahwa niat tempatnya di hati, bukan di lisan.

“Maka ketika sahur, ia berniat di dalam hatinya dan tidak perlu dilafalkan,” jelasnya.

Beliau bahkan memberikan contoh lafaz yang sering diucapkan sebagian orang, sekaligus menjelaskan bahwa hal itu tidak wajib.

“Tidak perlu mengucapkan ‘Nawaitu aku mau puasa pada hari ini Senin karena Allah SWT’,” lanjutnya.

Penjelasan ini mempertegas kaidah penting dalam ibadah: niat adalah amalan hati. 

Selama seseorang sadar dan bertekad untuk berpuasa karena Allah, maka niatnya sudah sah tanpa perlu dilafalkan.

Sebagai penutup, Syekh as-Sudais menenangkan keraguan banyak orang dengan pernyataan yang sederhana namun kuat.

“Karenanya cukup dengan imsak (menahan diri dari pembatal puasa) disertai niat di dalam hati maka sudahlah cukup, InsyaAllah,” tutupnya.

Dengan demikian, yang terpenting bukanlah melafalkan niat, melainkan menghadirkan kesadaran dan keikhlasan dalam hati. 

Puasa yang dilandasi niat karena Allah akan bernilai ibadah, sementara puasa tanpa niat hanyalah menahan diri secara fisik.

Pada akhirnya, memahami hakikat niat membantu kita memurnikan ibadah. 

Sebab dalam Islam, amal yang tampak besar bisa menjadi ringan tanpa niat, dan amal yang tampak sederhana menjadi agung karena keikhlasan. (gwn)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:18
01:01
01:52
05:54
07:49
05:37

Viral