- dok.ilustrasi pixabay
Teks Khutbah Jumat Singkat 20 Februari 2026: Kebiasaan Sehari-hari yang Merusak Puasa Ramadhan
Jakarta, tvOnenews.com- Teks khutbah kali ini menyinggung adanya kebiasaan sehari-hari yang bisa merusak pahala puasa ramadhan.
Bulan ramadhan menjadi momen emas untuk meraih banyak pahala. Dalam khutbah Jumat ini akan disampaikan hal yang seharusnya kita tinggalkan.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, serta kesempatan untuk terus memperbaiki diri sebelum datangnya bulan suci Ramadhan.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
- dok.ilustrasi pixabay
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benar takwa. Takwa bukan hanya saat Ramadhan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, bulan pendidikan jiwa. Namun sering kali, tanpa kita sadari, ada kebiasaan-kebiasaan sehari-hari yang dapat merusak nilai dan pahala puasa kita.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari makan dan minum.” (HR. Bukhari)
Dengan begitu, dari hadits ini kita memahami bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan, hati, dan perilaku.
Berikut kebiasaan sehari-hari yang merusak pahala puasa antara lain:
1. Ghibah dan Fitnah
Sering kali waktu berkumpul menjelang berbuka justru diisi dengan membicarakan keburukan orang lain. Ghibah dapat menghapus pahala puasa sebagaimana api membakar kayu bakar.
"Jadi tadinya dapatnya 100 kurangi 50, 50, 100,100 jadi minus 200. Ini yang dibilang Nabi SAW 'Tidak sedikit dari orang yang berpuasa tidak mendapatkan apapun dari puasanya kecuali lapar dan haus saja'," tegas Ustaz Adi Hidayat dalam ceramahnya.
2. Marah dan Emosi Berlebihan
Puasa seharusnya melatih kesabaran. Namun sebagian orang justru menjadi lebih mudah marah dengan alasan sedang berpuasa.