- iStockPhoto
Teks Khutbah Jumat Ramadhan 2026: Antara Nafsu, Setan, dan Kebiasaan Buruk Membayangi Diri Sendiri
Hawa nafsu tidak ikut dibelenggu. Justru bagian ini menjadi tantangan seberapa jauh orang mukmin kuat menahan nafsu agar terhindar dari segala dosa.
Untuk itu, musuh terbesar manusia adalah diri sendiri. Melalui hawa nafsu, orang mukmin bertugas menjalani pengendalian diri dari perbuatan maksiat yang rentan terjadi khususnya berasal dari godaan eksternal.
Khutbah II
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Demikianlah khutbah pertama disampaikan pada hari ini. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melatih pengendalian diri.
Orang mukmin sangat dipersilakan memperbanyak ibadah seperti shalat, tilawah Al-Quran, dan dzikir. Selain itu, marilah kita menjaga lingkungan dan pergaulan guna tidak terjerumus kebiasaan buruk di bulan Ramadhan.
Kemudian, marilah kita menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan. Kemenangan sejati tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan mampu membuat hawa nafsu kalah dalam diri sendiri.
Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk menjaga diri dari maksiat dan menjadikan kita hamba yang bertakwa. Aamiin Ya Rabbal Aalamiin.
Penutup Doa
اللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامَنَا صِيَامَ الصَّائِمِينَ، وَقِيَامَنَا قِيَامَ الْقَائِمِينَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَّقِينَ.
Artinya: "Ya Allah, jadikan puasa kami seperti puasa orang-orang yang benar-benar berpuasa, dan shalat kami seperti shalat orang-orang yang benar-benar berdiri, dan jadikan kami termasuk orang-orang yang bertakwa."
(hap)
Sumber Referensi: Quran Kemenag RI, NU Online, MUI, Rumaysho, Jurnal UINSU, Yayasan Amal Jariyah Indonesia, dan berbagai sumber lainnya.