- dok.kolase tvonenews.com/YouTube jedanulis
Habib Jafar Beri 'Pesan Darurat' di Tengah Konflik AS-Iran Memanas: Bersiaplah
Jakarta, tvOnenews.com- Pendakwah Indonesia, Habib Husein Jafar, yang akrab disapa Habib Jafar memberikan pesan genting di tengah konflik AS-Iran yang memanas.
Konflik AS-Iran telah memakan banyak korban, salah satu yang tewas ada Petinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ia dikabarkan syahid dalam peristiwa ini.
Melihat konflik AS-Iran, Habib Jafar pun mengajak agar umat muslim Indonesia bisa menyiapkan diri. Hadapi situasi yang darurat atau genting karena perang Amerika Serikat dan Iran.
- dok.kolase tvonenews.com/YouTube jedanulis
"Teman-teman, kita akan hadapi tata kelola dunia baru. Bersiaplah. Cari apa yang bisa kita perjuangkan, fokus mempelajarinya, menyiapkannya, dan memperjuangkannya. Utamanya untuk muslim saat ini dan ke depan adalah sains & teknologi," pesan Habib Jafar, dikutip dari story instagramnya, Senin (2/3).
Konflik AS-Iran menjadi sorotan dunia. Indonesia sendiri tengah mengupayakan jalur diplomasi untuk menemukan jalan tengah bersama.
Sebab dampak yang timbul atas perang ini diprediksi sangat besar. Salah satunya, harga minyak dan emas akan melonjak tinggi.
Sebagaimana diketahui, Ali Khamenei telah menjadi pemimpin tertinggi Iran pada 1989 setelah menjabat sebagai presiden dari 1981 hingga 1989.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan pada Sabtu terhadap sejumlah target di Iran, termasuk Teheran.
- Office of the Iranian Supreme Leader/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS
Agresi militer AS dan sekutu utamanya di Timur Tengah itu tidak hanya menyebabkan kerusakan tetapi juga korban sipil. Diketahui jumlah korban terus bertambah.
Melansir laman Antara bahwa jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 57 orang. Bahkan sebanyak 60 orang lainnya
Korban berjatuhan, setelah Israel yang merupakan sekutu dari Amerika merudal Sekolah SD Putri di Iran. Sekolah yang berada di Kota Minab, Provinsi Hormozgan,
Kondisi WNI di Iran Dipastikan Aman
Sehubungan dengan konflik AS-Iran ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Teheran telah memastikan WNI di sana aman.
Diketahui, sekitar 329 warga negara Indonesia (WNI) yang melapor dan terdaftar resmi di KBRI Teheran dalam kondisi terpantau dan belum menghadapi ancaman langsung.
Sebagaimana hal itu, disampaikan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Iran dan Turkmenistan, Rolliansyah (Roy) Soemirat.
Dalam keterangan pers secara daring yang dikutip Minggu (1/3/2026) menyampaikan bahwa KBRI akan terus memantau situasi keamanan pascaserangan yang terjadi di sejumlah wilayah Iran.
“Kondisi dan situasi di Iran saat ini terkait dengan adanya serangan yang dilakukan terhadap Iran oleh beberapa negara lain,” ujar Roy.(agr/klw)